Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

INTERNASIONAL Kantor Redaksi “The Capital Gazette” di AS Ditembak, Sedikitnya 5 Orang Tewas 29 Jun 2018 14:55

Article image
Lokasi penembakan di kantor "The Capital Gazette", Maryland, AS. (Foto: AP/via spiegel.de)
Setelah penyelidikan awal pihak kepolisian menyatakan, Ramos merupakan pelaku tunggal dalam insiden itu dan tidak terafiliasi dengan kelompok teroris.

ANNAPOLIS, IndonesiaSatu.co -- Sedikitnya lima orang tewas dan sejumlah orang lainnya mengalami luka parah dalam insiden penembakan di kantor surat kabar “The Capital Gazette” di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Spiegel Online, Jumat (29/6/2018), insiden tersebut terjadi pada Kamis (28/6/2018) sore waktu setempat.

Dalam keterangan pers beberapa jam setelah kejadian, Kepala Kepolisian Distrik Anne Arundel William Krampf memastikan 5 korban tewas dan beberapa luka-luka dalam penembakan tersebut. Empat korban tewas merupakan anggota redaksi, sedangkan seorang lainnya staf administrasi media tersebut.

Aparat keamanan yang dalam hitungan menit tiba di lokasi berhasil menangkap dan mengamankan pelaku yang diidentifikasi bernama Jarod Ramos.

Pria berusia 38 tahun itu diketahui berasal dari Laurel,  Maryland, tak jauh dari lokasi kejadian. Ia diyakini pernah bekerja di Biro Statistik Buruh Federal. Namun informasi tersebut belum terkonfirmasi.

Pihak kepolisian memastikan, lokasi penembakan dan sekitarnya telah aman bagi masyarakat umum.

Sementara itu, Departemen Kepolisian New York (NYPD) menerjunkan sejumlah tim patroli ke kantor-kantor media di wilayah itu untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lainnya.

Beberapa karyawan media “The Capital Gazette” yang selamat mengatakan, situasi sangat mencekam ketika tembakan bertubi-tubi menghancurkan kaca jendela dan merobohkan korban. Mereka juga sempat mendengar suara pelaku mengisi ulang peluru di senjatanya.

Setelah penyelidikan awal pihak kepolisian menyatakan, Ramos merupakan pelaku tunggal dalam insiden itu dan tidak terafiliasi dengan kelompok teroris.

Ramos diduga telah merencanakan aksinya dan sengaja menargetkan orang-orang di kantor media tersebut karena dendam pribadi. Disebutkan, ia pernah melaporkan media tersebut ke otoritas hukum atas dugaan pencemaran nama baik. Namun, ia kemudian dinyatakan kalah di pengadilan.

--- Rikard Mosa Dhae