Breaking News
  • Bengkulu inisiasi koridor gajah di bentang Kerinci Seblat
  • Gubernur Sumbar pecahkan rekor MURI pantun terbanyak
  • Ibrahimovic teken kontrak baru di MU pekan ini
  • Kanselir Jerman kritik Turki telah selewengkan fungsi Interpol
  • PSG menang 6-2 atas Toulouse, Neymar cetak dua gol

HUKUM Kapolri Tito Minta Novel Sebut Jenderal yang Terlibat Penyerangan 16 Jun 2017 16:34

Article image
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian.(Foto: tribunnews.com)
Dalam sebuah pernyataannya kepada Majalah Time, Novel menyebut ada perwira tinggi Polri yang terlibat dalam penyiraman air keras ke wajahnya.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian meminta penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan untuk secara terbuka menyebut siapa oknum jenderal yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap dirinya yang disertai bukti yang kuat.

"Itu yang penting. Sebut namanya siapa, buktinya apa?" ujar Tito di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/6/2017).

Dalam sebuah pernyataannya kepada Majalah Time, Novel menyebut ada perwira tinggi Polri yang terlibat dalam penyiraman air keras ke wajahnya.

Novel menduga ada "orang kuat" di balik serangan kepada dirinya. Hal ini yang menjadi sebab mengapa hingga dua bulan berlalu, pelakunya penyerangan atas dirinya tak kunjung tertangkap.

"Awalnya saya mengira informasi itu salah. Tapi setelah dua bulan dan kasus itu belum juga selesai, saya mengatakan (kepada yang memberi informasi itu), sepertinya informasi itu benar," kata Novel, sebagaimana dikutip dari "Time".

Tito janji akan mengusut secara terbuka dugaan pelanggaran yang melibatkan perwira tinggi Polri, asal tuduhan tersebut disertai bukti yang mendukung.

"Tapi kalau seandainya tidak ada buktinya, tentu saya menyayangkan karena institusi Kepolisian jadi negatif pandangannya," kata Tito.

Tito menegaskan kepada Novel untuk menghindari adanya informasi sumir sehingga menimbulkan berbagai spekulasi dan muncul rasa saling curiga di internal kepolisian.

Novel sempat mendapat informasi bahwa ada perwira tinggi Polri yang terlibat dalam kasus itu namun dia sendiri yanga menepisnya.

Dalam waktu dekat penyidik Polda Metro Jaya akan kembali memeriksa Novel di Singapura untuk mengkonfirmasi apa yang dia sampaikan ke media, sekaligus memperjelas siapa oknum jenderal Polri yang dia maksud.

Sejak menjadi penyidik KPK, Novel sudah berkali-kali mendapat ancaman dan serangan. Setidaknya sudah enam kali Novel menerima serangan.

 

--- Simon Leya

Komentar