Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

REFLEKSI Karma Pala, Sebuah Keniscayaan 26 Apr 2016 20:53

Article image
Pancarkan damai, maka Anda pun menerima damai. (Foto: Ist)
Dalam bahasa Sanskrit, "karma" artinya perbuatan, "pala" itu buah. Secara harafiah karma pala adalah 'buah perbuatan'.

Oleh: Valens Daki-Soo

 

Apa artinya Karma Pala? Sungguhkah itu nyata?

Dalam bahasa Sanskrit, "karma" artinya perbuatan, "pala" itu buah. Secara harafiah karma pala adalah 'buah perbuatan'.

Kendati karma pala berasal dari ajaran Hinduisme, para pakar fisika dan psikosibernetik menemukan kebenaran logisnya yang bersifat saintifik dan universal.

Misalnya, fisikawan dan matematikawan masyhur Sir Isaac Newton mengatakan, "Setiap aksi akan dibalas dengan reaksi yang setara."

Pakar psikosibernetik Dr. Maxwell Maltz, menerangkan, setiap kata dan tindakan merupakan "luncuran energi" yang mutlak pasti menemukan balasannya.

Jika Anda melahirkan kata dan tindakan positif, seperti mengucapkan kata-kata penuh damai sejahtera dan tindakan penuh cinta, Anda pasti menerima jawaban positif serupa.

Bila Anda melakukan perbuatan negatif, seperti merugikan orang lain, merampas hak orang kecil, membohongi dan memanipulasi sesama, mengeruk keuntungan dari orang lain atau alam hanya demi kepuasan pribadi, itu berarti Anda sedang "berinvestasi secara negatif": Anda tengah menabung dan melipatgandakan penderitaan yang kelak menghampiri hidup Anda, keluarga ataupun anak-cucu Anda.

Bagaimana jika kita telah berupaya berkata positif, berbuat baik seperti menolong sesama, namun dibalas dengan ucapan dan perbuatan negatif?

Jawabannya ini: persoalan ada pada mereka yang membalas kebaikan Anda dengan keburukan bahkan kejahatan. Sangat disayangkan, itu berarti mereka sedang berinvestasi negatif untuk diri, hidup dan keluarganya.

Saat bersamaan, Alam Semesta boleh jadi tengah 'menguji' dan memurnikan (purifikasi) hidup Anda, agar lebih "tercerahkan", lebih terberkati dan lebih matang dalam menghadapi segala tantangan kehidupan. Serentak Anda pun semakin mampu membedakan antara kesejatian dan kepalsuan.

Yang sungguh pasti, "buah perbuatan baik" adalah kebaikan itu sendiri serta kelimpahan yang tetap menyertai hidup Anda dan semua orang yang Anda cintai.

Salam bahagia.

Komentar