Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

SELEBRITI Kartini Masa Kini di Mata Krisdayanti 21 Apr 2016 08:48

Article image
Krisdayanti. (Foto: Ist)
"Sekarang ada Malala di Paskitan, di usianya yang 16 tahun sampai dia ditembak Taliban karena dia menyuarakan keinginannya pada dunia agar di negaranya perempuan bisa sekolah…"

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Di usia yang tidak lagi muda dan di era globalisasi saat ini, memaknai Hari Kartini bagi aktris dan penyanyi Krisdayanti bukan hanya sebuah ceremony. Ibu dari dua orang putra dan dua orang putri itu melihat karakter Kartini patut ditiru, dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Bagi saya sebetulnya 21 April bukan hanya ceremonial, tapi kita melihat sosok Kartini setiap tahun umur kita semakin dewasa, pemahamannya juga semakin besar, ternyata betapa besar keinginan Kartini untuk maju," kata Krisdayanti, seperti dilansir Antara, Kamis (21/4).

Lebih jauh, saat ini dia melihat, semangat Kartini ada pada perempuan-perempuan masa kini, bahkan lintas generasi, dan dari berbagai penjuru negeri. Salah satunya dia menyebut aktivis perempuan asal Pakistan, Malala Yousafzai.

"Sekarang ada Malala di Paskitan, di usianya yang 16 tahun sampai dia ditembak Taliban karena dia menyuarakan keinginannya pada dunia agar di negaranya perempuan bisa sekolah," ujar Krisdayanti.

"Jadi, upaya itu bisa dilakukan oleh semua perempuan di dunia, sama seperti perempuan di Indonesia. Walaupun mereka jadi isteri, mereka mencari tambahan dengan bekerja mencari uang, mereka sudah menjadi pahlawan buat dirinya, buat rumah dan keluarganya," sambung dia.

Jebolan ajang tarik suara Asia Bagus itu tak memungkiri dan menganggap wajar jika hampir semua perempuan saat ini, terutama yang berada di kota besar, bekerja dikarenakan himpitan ekonomi. Di saat itulah, menurut dia, dibutuhkan pengertian suami.

"Karena bohong kalau semua wanita di kota-kota maju enggak bekerja, suami dan isteri dua-duanya kerja saja kadang masih kurang," kata perempuan yang akrab disapa KD itu.

"Suami merasa tidak dihargai karena harus bergantian menjaga anak dengan isteri, jadi kita semua era globalisasi harus satu, saling mendukung," lanjut dia.

Lebih lanjut, dia berpesan agar seluruh perempuan dapat menjadi pahlawan setidaknya untuk dirinya sendiri. "Selamat Hari Kartini untuk seluruh Ibu di Indonesia, tetap menyuarakan keinginan untuk menjadi wanita yang terbaik untuk diri Anda sendiri maupun untuk keluarga," tutup KD.

--- Sandy Romualdus

Komentar