Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HUKUM Kasus Anggota DPR Herman Hery, Dua Anak Korban Alami Trauma 22 Jun 2018 14:02

Article image
Anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan Herman Hery yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan. (Foto: detik.com)
Ronny mendengar dengan sangat jelas jeritan dan tangisan kedua anaknya ketika melihat dirinya tersungkur dan terus dihujani tendangan oleh para pengeroyokan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co – Kasus penganiayaan dan pengoroyokan yang dilakukan anggota DPR RI Fraksi PDI-P Herman Hery terhadap seorang warga bernama Ronny Yuniarto Kosasih terus bergulir. Sesaat setelah Ronny dan kuasa hukum mengadukan kasus tersebut ke Mapolres Jakarta Selatan, Herman Hery melalui kuasa hukumnya mengancam akan melapor balik Ronny karena dianggap telah melakukan pembunuhan karakter.

Yang menjadi keprihatinan Ronny bukan hanya pengeroyokan dan penganiayaan yang dialami langsung dirinya dan istri. Tapi trauma psikologis yang dialami kedua anaknya yang berumur 3 dan 10 tahun yang menyaksikan sendiri orang tua mereka dikeroyok. Dalam kepungan Herman Hery dan para bodyguard-nya,  Ronny mendengar dengan sangat jelas jeritan dan tangisan kedua anaknya ketika melihat dirinya tersungkur dan terus dihujani tendangan oleh para pengeroyokan.

"Anak saya jerit, nangis-nangis. Anak saya nonton orangtuanya dihajar," ujar Ronny kepada wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Kamis (21/6/2018). Hal yang sama ditegaskan kuasa hukum Ronny, Febby Sagita. Menurut S Febby, kedua anak Ronny mengalami trauma karena kejadian itu.

Keluarga Ronny menurut rencana akan membawa kedua anak tersebut ke psikiater untuk melihat kondisi kejiwaan mereka. Selain itu, pihaknya akan menemui Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk berkonsultasi.

Istri Ronny, Iris juga mengalami sejumlah lebam di tubuh karena berusaha melindungi suaminya yang dihujani pukulan dan tendangan.

Kuasa hukum Hery, Petrus Selestinus membantah tuduhan itu dan menyebut kliennya sedang berada di luar negeri saat hari kejadian. Kuasa hukum Hery akan melaporkan balik Ronny karena dianggap melakukan pencemaran nama baik.

Kasus penganiayaan bermula dari peristiwa tilang polisi terhadap mobil korban di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan pada hari Minggu, 10 Juni 2018 lalu, sekitar pukul 21.30-22.00. Sedangkan mobil Herman Hery, Rolls Royce Phantom B 88 NTT tepat berada di belakang mobil korban. 

 "Memang terjadi pengeroyokan awalnya korban itu ada di dalam (jalur) busway kemudian ditilang. Di belakang mobil korban itu adalah mobil terduga pelaku Pak Herman Heri ya dengan mobil Rolls Royce Phantom B 88 NTT," jelas Febby kepada wartawan, Kamis (21/6/2018).

Ronny merasa aneh, kenapa hanya mobilnya yang didatangi polisi sementara mobil yang ada di belakangnya dibiarkan. Dia kemudian turun dari mobil dan menanyakan ke polisi mengapa mobil di belakangnya tidak ikut ditilang.

"Terus polisi bilang 'teman saya sudah tilang'. Lalu korban bilang 'dari tadi saya di sini tidak ada satupun polisi yang nyamperin mobil itu', k," terang Febby.

Tidak terima atas perlakuan Herman Hery, korban mencoba membalas. Tapi tidak lama kemudian ajudan-ajudan Herman Heri langsung turun dan mengeroyok korban bersama Herman Hery.

Polisi yang tengah melakukan razia di sana hanya menonton aksi brutal Anggota DPR-RI asal NTT tersebut tanpa ada yang melerai. Istri Korban yg membantu melerai bahkan ikut dipukul oleh ajudan Herman Hery tanpa mempedulikan ada dua anak korban yang masih kecil berada dalam mobil yang menangis histeris melihat orang tuanya dianiaya anggota DPR-RI tersebut.  

Karena kalah jumlah, akhirnya korban menyerah dan diminta oleh polisi memindahkan mobilnya ke Masjid Pondok Indah untuk penyelesaian lebih lanjut. Akan tetapi sesampainya di Masjid Pondok Indah, polisi dan Herman Hery malah langsung kabur tidak menyusul korban di Masjid Pondok Indah.

--- Simon Leya

Komentar