Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

INTERNASIONAL Kasus Anthony Bourdain - Kate Spade: Bunuh Diri Kalangan Tengah Umur Meningkat 09 Jun 2018 20:18

Article image
Chef selebriti Anthony Bourdain bunuh diri di kamar salah satu hotel di Paris, Prancis, pada Jumat (8/6/2018) pagi. (Foto: USA Today)
Berdasarkan penelitian terdahulu, bunuh diri di antara pria dan wanita berusia tengah umur meningkat lebih tajam dibandingkan populasi usia lainnya. Bunuh diri antara usia 45 hingga 64 tahun meningkat sebesar 43% dari 1999 hingga 2014.

KEMATIAN perancang mode internasional Kate Noel Brosnahan yang populer dengan nama Kate Spade (55) dan chef selebriti Anthony Bourdain (61) akibat bunuh diri menghentak nurani masyarakat dunia. Spade ditemukan tewas di apartemennya di Park Avenue-Upper East Side Manhattan, New York City, Rabu (6/6/2018). Sedangkan Bourdain ditemukan tewas karena gantung diri di kamar salah satu hotel di Paris, Prancis, pada Jumat (8/6/2018) pagi.

Kematian Anthony Bourdain dan Kate Spade dalam sepekan ini menggarisbawahi pertumbuhan angka bunuh diri di kalangan dewasa berusia tengah umur.

Bunuh diri telah meningkat di Amerika Serikat (AS) sejak akhir 1990-an, mencapai angka 45.000 per tahun. 

Kasus bunuh diri untuk semua umur meningkat mendekati 30% sejak 1999 dengan angka yang meningkat di antara pria dan wanita pada semua kelompok etnik. Yang mencengangkan, jumlah tertinggi angka bunuh diri adalah yang berusia tengah umur, demikian menurut  Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang diterbitkan pekan lalu (7/6/2018) sebagaimana dikutip USA Today (8/6/2018). 

“Bunuh diri hanya salah satu dari penyebab utama kematian,” kata Principal Deputy Director CDC, Dr Anne Schuchat, kepada media. “

Berdasarkan penelitian terdahulu, bunuh diri di antara pria dan wanita berusia tengah umur meningkat lebih tajam dibandingkan populasi usia lainnya. Bunuh diri antara usia 45 hingga 64 tahun meningkat sebesar 43% dari 1999 hingga 2014. Meskipun secara umum kasus bunuh diri lebih banyak terjadi pada kaum pria, namun pada kelas tengah umur, bunuh diri lebih banyak terjadi pada kaum wanita, demikian CDC.

Berdasarkan data historis, kasus bunuh diri di kalangan dewasa terutama karena bergulat dengan penyakit kronis atau isolasi sosial, peningkatan jumlah bunuh diri di kalangan dewasa tengah umur  adalah akibat kurangnya pelayanan kesehatan publik, kata Maria Oquendo, Chair of Department of Psychiatry University of Pennsylvania.

Oquendo mengatakan, trend bunuh diri di kalangan dewasa tengah umur masih menjadi teka-teki karena mereka yang pada usia tersebut mapan secara finansial dan berpengalaman dalam menyelesaikan berbagai persoalan hidup. 

CDC berpendapat, separuh dari mereka yang meninggal bunuh diri disebabkan kondisi kesehatan mental.

"Itu sebabnya mengapa penting untuk memahami faktor dan kondisi yang berkontribusi terhadap risiko bunuh diri, termasuk masalah relasi, penyalagunaan obat-obatan, kondisi kesehatan fisik dan mental, masalah pekerjaan, persoalan keuangan dan problem hukum," kata Anne Schuchat, Direktur Deputi Principal CDC.

Riset lain berkesimpulan bahwa sebagian besar mereka yang bunuh diri akibat kondisi kesehatan mental. Sebuah otopsi psikologis berdasarkan wawancara dengan anggota keluarga dan teman-teman dapat mengungkap pergulatan kesehatan mental korban sebelum meninggal, kata Carol Olson, seorang psikiatris pada Maricopa Integrated Health System di Phoenix. 

Olson mengatakan, bunuh diri bisa terjadi pada siapa saja tanpa mengenal etnis atau garis demografis tertentu. Bahkan bunuh diri terjadi pada orang yang tampak hebat dalam karir atau kaya. Bourdain yang terkenal dan memiliki karir yang cemerlang diketahui mengalami isolasi social selama tahun 2016 ketika dia tampil pada program televisi berjudul "Parts Unknown."

"Tidak adanya masalah keuangan dan sukses sosial tidak akan melindungi Anda dari depresi," kata Olson, "Ini adalah kondisi otak. ... Tidak ada yang bertanya bila seorang yang (kaya dan atau sukses) mengalami serang jantung atau stroke."

Para pakar mengatakan terlalu banyak orang enggan untuk minta bantuan ketika sedang mengalami depresi, atau mengalami masalah relasi, tekanan keuangan atau kehilangan pekerjaan. 

“Ada suatu stigma dan ini berlaku umum, kita sedang coba untuk mengubah narasi itu,” kata Colleen Creighton, Direktur Eksekutif  the American Association of Suicidology. "Kita kehilangan 45.000 orang setiap tahun akibat bunuh diri, dan tiap dari mereka yang bunuh diri memiliki anggota keluarga, kolega, teman atau orang yang dicintai.'

Itu sebabnya, adalah penting orang yang mau bunuh diri untuk meminta bantuan, kata Creighton. 

--- Simon Leya

Komentar