Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

KEAMANAN Kasus Begal Marak di Lampung, Ini Instruksi Tegas Kapolri Tito 14 Jun 2018 15:41

Article image
Kapolri Tito Karnavian dan sejumlah Menteri saat berkunjung dan sidak di Lampung (Foto: Antaranews.com)
"Saya minta seluruh Kapolres dapat mengatasi kasus pembegalan ini. Kalau tidak bisa atasi begal, maka kapolresnya yang saya begal," tegas Tito.

BANDARLAMPUNG, IndonesiaSatu.co-- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Tito Karnavian menginstruksikan dengan tegas kepada seluruh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) di Provinsi Lampung dalam memberantas begal yang meresahkan warga dan para pemudik yang melintasi wilayah Lampung.

"Saya minta seluruh Kapolres dapat mengatasi kasus pembegalan ini. Kalau tidak bisa atasi begal, maka kapolresnya yang saya begal," tegas Tito usai kunjungan ke areal Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (11/6/18) sebagaimana dilansir AntaraNews.com.

Kapolri Tito lalu meminta para Kapolres dan jajarannya untuk membuat tim khusus guna mewujudkan hal tersebut.

"Semua Kapolres harus buat tim khusus. Tangkap dulu mereka, kalau tidak tempel mereka, kalau masih belum bisa juga, silahkan minta bantuan Kapolda untuk menurunkan anggotanya yang bersenjata guna atasi begal ini," ujarnya.

Selain meminta bantuan Kapolda, Tito menngharapka, pihak Kapolres bisa meminta bantuan kepada komandan korem (danrem) setempat.

"Kelompok begal bisa saja ditangkap dengan cara lembut. Kalau masih melawan, tindak tegas. Pemberantasan begal ini bukan hanya tugas aparat kepolisian. Peran aktif dari pemerintah juga dibutuhkan. Pada prinsipnya, aparat yang menangkap dan kemudian memproses secara hukum pelaku kriminalitas itu. Namun, masih ada peran pemerintah untuk mengatasi ini," ujar Tito.

Menurut Tito, pemerintah harus membuka lowongan pekerjaan di setiap daerah di Provinsi Lampung.

"Kemungkinan kelompok begal ini merasa dipinggirkan, jadi sangat penting peran pemerintah untuk membuka lowongan pekerjaan untuk masyarakatnya," katanya.

Sebelumnya, aksi begal jelang Lebaran 2018 terjadi di Lampung dengan korban pemudik dari Bekasi yang hendak mudik di Lampung. Aksi begal dialami pemudik yang melintas di Jalan Lintas Tengah Sumatera wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

Di Lampung, Kapolri Tito melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Bakauheni bersama Panglima TNI, Jenderal Marsekal Hadi Tjahjanto; Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono; Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani; Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek serta Kapolda Lampung, Irjen Suntana. Selain berkunjung, Kapolri Tito juga melakukan sidak kesiapan anggotanya yang bertugas mengamankan mudik 2018.

--- Guche Montero

Komentar