Breaking News

REGIONAL Kasus DBD di NTT: 4.304 Orang Terjangkit, 47 Meninggal Dunia 29 Mar 2020 00:42

Article image
Jentik nyamuk malaria menjadi penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). (Foto: Ilustrasi)
Hingga kini, terdata jumlah penderita DBD di provinsi kepulauan itu mencapai 4.304 jiwa, dengan tingkat kematian sebesar 1,09 persen (47 orang meninggal dunia).

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Di tengah ancaman wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) yang terus berkembang hampir di setiap pelosok negeri, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tak luput dari perhatian.

Sebanyak 47 orang penderita demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggal dunia.

Hingga kini, terdata jumlah penderita DBD di provinsi kepulauan itu mencapai 4.304 jiwa, dengan tingkat kematian sebesar 1,09 persen (47 orang meninggal dunia).

Ribuan penderita tersebar di 22 kabupaten dan kota di NTT. Data tersebut terhitung sejak awal Januari 2020 hingga Jumat (27/3/20) siang.

"Ini data terbaru DBD di NTT yang kita terima dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT," ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu, melansir Kompas.com.

Marius menerangkan, 47 warga yang meninggal berasal dari Kota Kupang (6 orang), Kabupaten Kupang (4 orang), Kabupaten Timor Tengah Utara (2 orang), Kabupaten Belu (6 orang), Kabupaten Alor (4 orang), Kabupaten Lembata (4 orang), dan Kabupaten Flores Timur (2 orang).

Selanjutnya, Kabupaten Sikka (14 orang), Kabupaten Ende (2 orang), Kabupaten Manggarai (1 orang), Manggarai Timur (1 orang), dan Rote Ndao (1 orang).

Sementara ntuk 4.304 warga yang terjangkit DBD, paling banyak dari Kabupaten Sikka yakni 1.485 orang, Kota Kupang 462 orang, Kabupaten Belu 530 orang dan Kabupaten Alor 382 orang.

Untuk 18 kabupaten lainnya, angka penderita di bawah 200 orang.

Marius menjelaskan, jumlah penderita yang terjangkit dan meninggal akibat DBD itu dihitung sejak Januari hingga Maret 2020.

"Angka penderita DBD hingga saat ini cenderung menurun," kata Marius.

--- Guche Montero

Komentar