Breaking News

REGIONAL Kasus Kematian Ansel Wora, Publik Pertanyakan Hasil Autopsi 17 Jan 2020 21:55

Article image
Tim Laboratorium Forensik Cabang Denpasar, Polres Ende dan keluarga korban saat autopsi terhadap almarhum Ansel Wora. (Foto: IAN/Voxntt.com)
Pasalnya, pasca dilakukan autopsi jenazah pada Rabu (27/11/19) lalu, hingga kini belum ada penjelasan resmi kepada publik dari pihak Polres Ende terkait hasil autopsi tersebut.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Kasus kematian Aparatur Sipil Negara (ASN) di dinas perhubungan Kabupaten Ende, Anselmus Wora yang diduga dibunuh di Pulau Ende, hingga kini masih menjadi buah bibir publik Kabupaten Ende.

Pasalnya, pasca dilakukan autopsi jenazah pada Rabu (27/11/19) lalu, hingga kini belum ada penjelasan resmi kepada publik dari pihak Polres Ende terkait hasil autopsi tersebut.

Kini, sambil menunggu hasil autopsi, publik kembali membangun opini liar dengan berbagai versi soal kematian Ansel Wora tersebut. Padahal, sebelum pihak keluarga almarhum merestui dilakukannkannya autopsi, pihak penyidik Polres Ende telah menaikkan status kasus tersebut dari tingkat penyelelidikan ke tingkat penyidikan.

Karena itu, pihak keluarga, forum pencari keadilan dan segenap warga masyarakat berharap polisi segera mengungkap kasus yang menyita perhatian besar bukan saja warga kabupaten Ende tetapi juga warga NTT secara keseluruhan.

Kapolres Ende, AKBP Achmad Muzayin, saat ditanya perkembangan mengenai kasus tersebut mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil autopsi.

"Kami serius menangani kasus ini. Kami masih menunggu hasil autopsi dari Tim Inafis Mabes Polri wilayah Bali. Jika sudah ada maka akan segera dilakukan gelar perkara dan direncanakan akan dilaksanakan di Polda NTT," ungkap Kapolres Muzayin usai mengikuti RDP dengan DPRD Ende, Rabu (15/01/20) seperti dilansir bhayangkarautama.com.

Kapolres Muzayin menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan komunikasi berkaitan dengan hasil autopsi karena bukan saja dari Mabes Polri juga dari Polda NTT, karena autopsi dilakukan bersama dengan pihak Polda NTT.

Terkait alasan mengapa gelar perkara dilakukan di Mapolda NTT, Ia menjelaskan bahwa Polda NTT juga memback-up kasus ini dan sudah menyita perhatian besar masyarakat NTT.

Sebelumnya, Ketua Komisi II DPRD Ende, Yulius Cesar Nonga atas nama Lembaga DPRD juga mendesak Polres Ende untuk segera mengungkap tuntas kasus dugaan pembunuhan ASN tersebut hingga kepastian penegakan hukum.

"Atas nama Lembaga, kami meminta Kapolres dan jajarannya untuk segera menuntaskan kasus kematian Anselmus Wora tersebut hingga ada kepastian hukum soal. Ini penting agar bisa memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan kepada masyarakat dan keluarga serta marwah penegakan hukum," ungkap Yulius.

Politisi PKB ini beralasan bahwa hal itu (kepastian status hukum, red) dapat membendung opini liar di tengah masyarakat dengan beragam perspektif dan asumsi seturut azas praduga tak bersalah.

"Karena itu, pihak penegak hukum segera mengumumkan dan menjelaskan hasil autopsi kepada publik sehingga dapat meminimalisir pemahaman yang liar dan keresahan masyarakat terkait kasus ini. Masyarakat percaya para penegak hukum profesional, independen dan kredibel dalam menuntaskan kasus ini. Itulah marwah hukum," katanya.

Keadilan Hukum

Harapan senada diutarakan anggota keluarga almarhum yang ada di Wolowaru dan tidak ingin namanya disebut.

"Kami (keluarga) masih mengharapkan keadilan dan kepastian hukum atas dugaan pembunuhan saudara kami. Kami percaya dengan hasil visum dan sesuai kondisi jenazah, bahwa saudara kami diduga dibunuh. Apalagi status kasus ini sudah ke tahap penyidikan. Kami minta hasil autopsi segera diumumkan agar keluarga dan publik bisa mendapatkan kejelasan," harap anggota keluarga almarhum.

Keluarga juga mendesak agar pihak Polres Ende segera menahan dua rekan korban yang mengajak korban ke Pulau Ende hingga peristiwa naas itu terjadi, untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban penyidikan.

"Dari kronologis kejadian, sangat jelas korban bersama kedua rekannya menuju ke Pulau Ende. Mengapa kedua rekan korban itu tidak ditahan untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban selama proses penyelidikan maupun penyidikan? Semoga keluarga segera mendapatkan keadilan dan kepastian hukum di balik kasus dugaan pembunuhan ini," pinta anggota keluarga yang mengaku keluarga dekat Almarhum.

--- Guche Montero

Komentar