Breaking News

HUKUM Kasus Kredit Macet Bank NTT Cabang Surabaya, Dua Tersangka Kembali Ditahan 20 Jul 2020 18:20

Article image
Tersangka kasus Kredit macet Bank NTT Cabang Surabaya saat tiba di kantor Kejati NTT. (Foto: Vox NTT)
Terhadap dua tersangka ini, lanjut dia, masing-masing mengajukan kredit sebesar 10 Miliar.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Tim gabungan intelijen Kejaksaan Agung, tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timut (NTT) dan tim intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, berhasil menangkap dua orang tersangka atas nama William Kodrata dan Loe Mei Lien.

Kedua tersangka yang ditahan tersebut terlibat dalam perkara Tindak Pidana Korupsi pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja pada Bank NTT Cabang Surabaya sebesar Rp.139 miliar tahun 2018 dengan estimasi kerugian negara senilai Rp. 127 miliar lebih.

Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Yulianto mengatakan, kedua tersangka ini ditangkap oleh Tim Intelijen Kejaksaan Agung, Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi NTT dan Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Timur di sebuah Villa Puncak Trawas, Jawa Timur, Sabtu (4/720) lalu.

"Dalam proses penangkapan tersangka ini berpindah-pindah. Tim kami, tim pemburu kami itu berkali-kali berhubungan dengan RT/RW setempat untuk menjangkau kondisi dan bagaimana mereka berpindah-pindah. Dan akhirnya berhasil ditangkap,” ungkap Yulianto kepada wartawan di kantor Kejati NTT seperti dilansir VoxNTT.com.

Ia mengatakan, tersangka Loe Mei Lien pada saat penangkapan menggunakan jilbab atau atribut Islam untuk mengelabui tim pemburu.

"Jadi, dia memakai jilbab. Padahal yang bersangkutan beragama non Muslim. Itu salah satu trik yang dilakukan tersangka ini untuk melabuhi tim pemburu kami. Alahamdulilah kita tetapi berhasil ditangkap," urainya.

Setelah melakukan penangkapan tersangka itu, kata dia, dilangsungkan dengan melakukan penyitaan terhadap rumah tersangka Loe Mei Lien.

Terhadap dua tersangka ini, lanjut dia, masing-masing mengajukan kredit sebesar 10 Miliar.

"Jadi, kedua tersangka ini mengajukan kredit masing-masing 10 Miliar, jumlahnya 20 Miliar. Tapi faktanya mereka berdua hanya mendapatkan Rp. 6 Miliar. Sisanya yang 14 Miliar itu diterima oleh Stefanus Soleiman. Ini berdasarkan keterangan para tersangka ini yang berhasil kita tangkap," jelasnya.

Hubungan antara kedua tersangka ini adalah pasangan suami-istri.

"Dan terhadap dua orang ini, saat ini, tim penyidik atas izin pengadilan Tipikor Surabaya telah melakukan penyitaan sebuah rumah," lanjutnya.

Ia menegaskan, penyidikan sedang berjalan terus dari 7 debitur yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Sudah kita lakukan penahanan sebanyak 6 orang terhitung hari ini. Tinggal satu. Kita tetap lakukan pengejaran," tegasnya.

Ia mengungkapkan total uang dan aset yang berhasil disita hingga saat ini sudah mencapai Rp.115 Miliar.

--- Guche Montero

Komentar