Breaking News

HUKUM Kasus NTT Fair, Ada Bukti Frans Lebu Raya Terima Rp 568 Juta 22 Jan 2020 11:33

Article image
Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya. (Foto: Padar News)
Terdakwa menyerahkan uang itu kepada mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya melalui ajudan Gubernur, Ariyanto Rondak.

KUPANG, IndonesiaSatu.co -- Majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) menemukan adanya bukti petunjuk aliran dana proyek NTT Fair kepada mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya (FLR).

Hal ini terungkap dalam sidang kasus dugaan korupsi dengan agenda pembacaan putusan untuk terdakwa Yuli Afra, di Pengadilan Tipikor Kupang Selasa (21/1/2020).

Dalam materi putusan majelis hakim terhadap terdakwa Yulia Afra (mantan kadis PRKP), yang dibacakan Hakim Ali Muhtarom, Selasa, (21/1/2020) siang, majelis hakim yang mengadili kasus NTT Fair mengaku telah menemukan bukti petunjuk.

“Karena dalam fakta persidangan ada kesesuaian keterangan dari para saksi sehingga majelis hakim menemukan adanya bukti petunjuk aliran dana kepada mantan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya,” jelas hakim Muhtarom seperti dilansir Realitarakyat.com..

Menurut majelis hakim, fakta persidangan telah menyebutkan bahwa terdakwa Yulia Afra minta fee kepada direktur PT Cipta Eka Puri, Hadmen Puri sebesar 5 persen. Kemudian, saksi Hadmen Puri menyerahkan uang itu kepada terdakwa Yulia Afra melalui transfer kepada saksi Fery Johns Pandie.

Terdakwa Yulia Afra mengambil uang itu dari saksi Fery Johns Pandie secara bertahap kurang lebih tujuh sampai delapan kali melalui stafnya Boby Lanoe.

Terdakwa menyerahkan uang itu kepada mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya melalui ajudan Gubernur, Ariyanto Rondak.

“Ariyanto Rondak setelah menyerahkan uang itu kepada Gubernur (mantan) NTT Frans Lebu Raya di ruang kerjanya langsung melaporkan kepada terdakwa Yulia Afra melalui telepon seluler jika sudah menyerahkan uang itu kepada saksi Frans Lebu Raya,” tandasnya.

Hakim pun menyebut perbuatan terdakwa Yulia Afra turut menguntungkan mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya sebesar Rp 568 juta, Sekda NTT Benediktus Polo Maing sebanyak Rp 100 juta, dan Syamsul Rizal Rp 25 juta.

Pantauan wartawan, sidang dipimpin Hakim ketua majelis, Dju Johnson Mira Mengngi didampingi Ali Muhtarom dan Ari Prabowo sebagai anggota.

Turut hadir, JPU Hendrik Tip, Hery Franklin, dan Emi Jemahat. Terdakwa Yulia Afra didampingi Kuasa Hukumnya, Rusdinur.

--- Simon Leya

Komentar