Breaking News

REGIONAL Kasus NTT Fair, Frans Lebu Raya Berpeluang Jadi Tersangka 06 May 2019 11:24

Article image
Mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. (Foto: Tempo.co)
Frans Lebu Raya diperiksa sebagai saksi dalam kapasitasnya sebagai mantan Gubernur NTT dan perannya sebagai pengambil kebijakan, program dan anggaran yang seluruhnya telah disepakati di DPRD.

KUPANG, IndonesiaSatu.co -- Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim kan seluruh saksi yang telah diperiksa dalam kasus dugaan korupsi proyek NTT Fair berpeluang untuk menjadi tersangka termasuk mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya.

Abdul Hakim mengatakan ini ketika dikonfirmasi wartawan sehubungan dengan pemanggilan terhadap mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam kasus tersebut,  Kamis (2/5/2019).

Frans Lebu Raya diperiksa terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan NTT Fair pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) NTT  senilai Rp 29 miliar.

Namun, kata Abdul, untuk saat ini Frans Lebu Raya masih berstatus sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung NTT Fair.

“Semua saksi yang sudah diperiksa berpeluang untuk jadi tersangka termasuk mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya,” tegas Abdul seperti dilansir realitarakyat.com, Kamis (2/5/2019).

Ditambahkan Abdul, untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka bukanlah hal yang muda dilakukan oleh penyidik. Penetapan tersangka penyidik akan melihat peran serta fungsi masing-masing saksi.

Dilanjutkan Abdul, penetapan seseorang menjadi tersangka melalui beberapa mekanisme dan aturan yang berlaku, di mana penyidik akan melakukan gelar perkara di hadapan pimpinan untuk melihat peran serta masing-masing oknum dalam kasus itu.

Dijelaskan Abdul, Frans Lebu Raya diperiksa dalam kasus itu dikarenakan saksi adalah Gubernur NTT saat itu dan serta perannya sebagai pengambil kebijakan, program dan anggaran yang seluruhnya telah disepakati di DPRD.

“Jika penyidik membutuhkan lagi keterangan saksi maka bisa dipanggil lagi untuk diperiksa di Kejati NTT, “tambah Abdul.

Frans Lebu Raya yang dikonfirmasi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengintervensi proyek NTT Fair.

Dirinya, kata Frans, memerintahkan agar pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku serta dapat dituntaskan tepat pada waktunya.

Ditambahkannya, dirinya diperiksa puluhan pertanyaan oleh tim penyidik Tipidsus Kejati NTT terkait perannya sebagai Gubernur NTT saat itu. Sedangkan hal – hal teknis lainnya tidak diketahui sama sekali.

Frans Lebu Raya, Kamis (2/5/2019) memenuhi panggilan Kejati NTT untuk memberi keterangan dalam kasus dugaan korupsi proyek NTT Fair.

Frans diperiksa selama lebih dari dua jam oleh penyidik Tindak Pidana Khusus. Frans diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi dalam dugaan korupsi proyek NTT Fair bernilai Rp 31 Miliar.

Menurut informasi, Frans diperiksa oleh Penyidik Jaksa Robert Jimmy Lambila.

Frans keluar dari ruang pemeriksaan dan terlihat di Lobby Kantor Kejati sekira pukul 11.20 Wita. Saat itu ia bersama beberapa jaksa termasuk penyidik yang memeriksanya.

Kepada wartawan, ia menjelaskan, ia dipanggil dan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus NTT Fair. Ia, lebih lanjut mengaku tidak ingat berapa jumlah pertanyaan yang diajukan jaksa.

Namun, katanya, ia ditanya dan menjelaskan dalam kapasitasnya sebagai gubernur yang bertanggung jawab dan mengetahui pada tataran kebijakan.

“Saya menjawab sebagai saksi terkait dengan pekerjaan NTT Fair. Ditanyakan dalam pekerjaan NTT Fair peran saya seperti apa, lalu saya menjelaskan peran saya dalam tataran kebijakan,” ungkap Frans kepada wartawan seperti dilansir Pos Kupang, Kamis (2/5/2019).

Sejauh ini, Kejati NTT telah memanggil puluhan saksi untuk dimintai keterangan, salah satu saksi adalah ajudan mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Ariyanto Rondak.

Frans diperiksa terkait dugaan korupsi pada proyek Gedung NTT Fair yang berlokasi di Bimoku Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang.

Seperti yang pernah diberitakan IndonesiaSatu.co (30/4/2019), sejumlah pegawai Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Provinsi NTT menjalani pemeriksaan, termasuk saksi yang berperan sebagai konsultan pengawas.

 

--- Simon Leya

Komentar