Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HUKUM Kasus Ratna Sarumpaet, BPN Prabowo-Sandiaga Siapkan 300 Advokat Bela Amien Rais 09 Oct 2018 05:25

Article image
Mantan Ketua Umum PAN Amien Rais. (Foto: Ist)
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga sudah menyiapkan advokat untuk mendampingi tokoh-tokoh yang dipanggil Polri seperti Amien Rais dan Said Iqbal.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Untuk mendampingi Amien Rais yang akan diperiksa Polda Metro Jaya pada Rabu (10/10/2018) dalam kasus dugaan pernyataan bohong yang disampaikan Ratna Sarumpaet, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyiapkan 300 lebih advokat.

"Advokat yang mendampingi ada banyak, sekitar 300-an yang mendaftar," kata anggota Badan Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman di Jalan Daksa 1, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Dia memastikan bahwa jumlah pengacara yang akan mendampingi Amien Rais terkait kasus hoaks Ratna Sarumpaet terus bertambah.

Menurut dia, pihaknya sudah menyiapkan advokat untuk mendampingi tokoh-tokoh yang dipanggil Polri seperti Amien Rais dan Said Iqbal.

"Amien sudah menyatakan akan hadir pada Rabu (10/10) dan Said Iqbal akan hadir Selasa (9/10/2018)," ujarnya.

Habiburohman menegaskan pemanggilan Amien pada Rabu itu hanya sebagai saksi, bukan terlapor.

Anggota Tim Advokasi dan Hukum BPN Prabowo-Sandiaga, Surya Imam Wahyudi mengatakan Amien Rais tidak menghadiri panggilan Polda Metro Jaya pada Jumat (4/10/2018) karena ada kesalahan administrasi dalam pemanggilannya.

Dia menjelaskan, Polda mengirimkan surat panggilan atas nama Amin Rais padahal seharusnya Muhammad Amien Rais.

"Panggilan pertama ke Amien ada kesalahan administrasi, karena nama beliau yang benar adalah Prof. DR. H Muhammad Amien Rais. Dalam surat panggilannya salah sehingga beliau tidak hadir," ujarnya.

Dia mengatakan pada pemanggilan kedua pun terdapat kesalahan administrasi sehingga dirinya berharap Polda Metro jangan salah mengetik dalam subjek hukumnya.

--- Redem Kono

Komentar