Breaking News

INTERNASIONAL Kata Kejaksaan Perancis Tentang Sebab Kebakaran Notre-Dame 16 Apr 2019 18:48

Article image
Keindahan bagian dalam Katedral Notre-Dame sebelum terjadinya kebakaran. (Foto: Notre Dame Cathedral)
Penyidik Paris sudah membuka investigasi atas “kerusakan oleh api”. Polisi pada hari Selasa sudah memanggil para pekerja yang terlibat dalam proyek restorasi, demikian diungkapkan pihak kejaksaan.

PARIS, IndonesiaSatu.co – Pihak Kejaksaan Perancis akhirnya buka suara sehubungan dengan sebab terjadinya kebakaran Katedral Notre-Dame. Dalam keterangan yang dirilis Selasa (16/4/2019), pihak kejaksaan mengatakan sebab kebakaran mungkin  hanya kebetulan.

Kantor Berita Reuters (16/4/2019) melaporkan setidaknya lebih dari 400 petugas pemadam kebakaran bekerja untuk menjinakkan si jago merah yang melapah habis atap dan merobohkan menara katedral berusia lebih dari delapan abad tersebut. Mereka bekerja selama 14 jam untuk menguasai api.

“Kami sependapat dengan teori kebetulan (accident),” kata jaksa umum Paris Remy Heitz, seraya menambahkan bahwa 50 orang telah bekerja untuk melakukan investigasi kejadian yang kompleks tersebut.

Satu petugas pemadam kebakaran dikabarkan mengalami cedera; tidak ada satupun yang dilaporkan terluka dalam kebakaran tersebut.

Dari luar, menara-menara lonceng dan tembok luar dengan penyangga masih berdiri kokoh, tapi bagian dalam dan struktur di atasnya hancur oleh api.

Para investigator tidak akan dapat masuk bagian tengah gereja yang hangus sampai para ahli memastikan batuan tembok masih kokoh dan struktur bangunan masih bagus. Gambar televisi memperlihatkan para petugas pemadam kebakaran berada di atas menara.

“Api sudah sepenuhnya padam,” kata juru bicara pemadam kebakaran Gabriel Plus kepada wartawan. “Tugas kami hari ini adalah memonitor struktur dan pergerakannya.”

Api dengan cepat merusak kerangka atap yang terbuat dari kayu di mana para pekerja sedang menjalani perbaikan yang ekstensif terhadap tangga yang sudah roboh dan ornamen bangunan yang runtuh, juga kerangka menara yang terbuat dari kayu.

Penyidik Paris sudah membuka investigasi atas “kerusakan oleh api”. Polisi pada hari Selasa sudah memanggil para pekerja yang terlibat dalam proyek restorasi, demikian diungkapkan pihak kejaksaan.

Ratusan orang yang menyaksikan kejadian tersebut dari bantaran Sungai Seine tertegun dan terus berdoa dan bernyanyi.

“Ini simbol negara kami yang berisiko hancur,” kata Menteri Kebudayaan Perancis Franck Riester.

Sementara itu Presiden Emmanuel Macron berjanji Perancis akan membangun kembali Notre-Dame, mengingat bangunan tersebut adalah contoh arsitektur Gothik terbaik Perancis dan Eropa dan dikunjungi lebih dari 13 juta orang setiap tahun.

 

--- Simon Leya

Komentar