Breaking News

UKM Kawula Muda Mitra Child Fund Belajar Wirausaha Berbasis Desa di Detusoko Barat 17 Feb 2020 17:36

Article image
Para peserta pelatihan kewirausahaan berpose bersama di depan kantor Desa Detusoko Barat, Ende usai mengikuti pelatihan selama tiga hari. (Foto: Nando)
"Dalam pelatihan ini, saya bersama teman-teman Remaja Mandiri Community (RMC) Detusoko yang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa dan BumDes Au Wula, mensyeringkan pengalaman dan pengetahuan kepada para peserta," terang Nando.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Para remaja dan kawula muda yang merupakan kelompok dampingan KLPAMF-Mitra Child Fund dari tiga Kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), selama tiga hari sejak 14-16 Februari 2020, belajar Wirausaha Berbasis Desa, bertempat di Desa Detusoko Barat, kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende.

Nando Watu selaku fasilitator kegiatan pelatihan kewirausahaan dalam rilis kepada media ini, Senin (17/2/20) meberikan apresiasi kepada Mitra Child Fund karena sudah membuka ruang bagi anak-anak muda dari berbagai Desa di Flores untuk belajar berwirausaha di Detusoko. 

"Saya sangat apresiasi dengan mitra Child fund karena memberikan ruang dan kesempatan kepada 30-an anak muda untuk belajar di Desa kami," ungkap Nando.

Nando Watu yang juga Kepala Desa Detusoko Barat ini menerangkan bahwa dalam pelatihan kewirausahaan ini, anak-anak muda dari berbagai daerah ini belajar langsung bagaimana anak-anak muda di Detusoko melakukan kegiatan kewirauhsaan.

"Dalam pelatihan ini, saya bersama teman-teman Remaja Mandiri Community (RMC) Detusoko yang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa dan BumDes Au Wula, mensyeringkan pengalaman dan pengetahuan kepada para peserta," terangnya.

Para peserta, kata dia, diajarkan mulai dari pemahaman tentang potensi diri, potensi lingkungan/daerahnya, peluang dan tantangan di Desa, membangun ide bisnis berdasarkan potensi yang ada di desa, menganalisa stakeholder, pemahaman tentang siapa yang menjadi sasaran dari produk, strategi marketing hingga membuat produk hingga jadi.

Panggilan Kembali ke Kampung

Nando mengatakan bahwa terdapat beberpa tujuan dari pelatihan kewirauhsaan tersebut, yakni mengajak anak-anak muda untuk mencintai desa dan kembali ke kampung, melihat potensi dan keterampilan yang dimiliki peserta dan diintegrasikan dengan potensi daerah yang mereka miliki.

Selain itu, tujuan lain dari kegiatan tersebut di antaranya;

Pertama, meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep membangun ide bisnis berbasis potensi yang ada di desa.

Kedua, agar peserta mengenal lebih dalam terkait masalah, tantangan dan peluang dalam membangun usaha berbasis potensi lokal yang searah dengan konsep pembangunan berkelanjutan. 

Ketiga, agar peserta mampu merencanakan dan mendesign serta melaksanakan Model Bisnis Usaha sesuai minat dan motivasi untuk membangun aneka potensi berbasis potensi desa. 

Keempat, agar peserta dapat mengenal lebih dalam terkait manfaat dan pentingnya branding sebuah produk dan bagaimana teknik marketing strategi sebuah produk berbasis desa. 

Kelima, agar leserta memperoleh pengetauan dan pemahaman terkait teknik membangun jejaring dan partner dengan berbagai pihak untuk mendukung usaha bersama.

Keenam, agar peserta memperoleh gambaran terkait tahapan dan proses serta perhitungan harga dalam pembuatan satu jenis produk.

Nando mengaku, kegiatan pelatihan kewirauhsaan di Detusoko sudah sering dilakukan.

"Selama dua tahun berturut-turut kami memberikan aneka pelatihan kepada anak-anak muda dari berbagai daerah di Flores; di Manggarai untuk 60-an anak-anak desa dampingan Wahana Visi Indonesia (WVI), di Kabupaten Nagekeo pelatihan untuk 5 desa dampingan Plan Indonesia, di Kabupaten Ende melatih lebih dari 100 anak muda dampingan Ricolto Veco baik dari utusan desa maupun mahasiswa dari tiga Universitas yakni Unflor, Stipar dan STPM," jelasnya.

Prospek Output dan Outcome

Koordinator program Youth KLPAMF Area Flores, Heriawan, dalam sesi kegiatan menyampaikan bahwa Mitra Child Fund sangat bersyukur dan senang karena para peserta dapat berproses selama tiga hari dalam pelatihan, serta sesuai dengan harapan dan output yang diinginkan. 

Menurutnya, ada beberapa hal yang bisa peserta peroleh selama pelatihan Kewirauhsaan di Detusoko ini, yakni;

Pertama, para peserta yang berbeda-beda karakter, potensi dan pengetahuna bisa melakukan perencanaan bisnis mereka sesuai dengan potensi yang mereka miliki. 

Kedua, dalam pelatihan ini, tidak hanya mendapatkan materi dari fasilitator tetapi juga selama tiga hari mereka mampu berinteraksi sosial secara langsung dengan warga masyarakat, karena mereka nginap di rumah-rumah penduduk serta bisa belajar aktif dengan masyarakat. 

Ketiga, para peserta bisa merasakan secara langsung bagaimana komunitas anak muda Detusoko melalui RMC Detusoko mampu berproses membangun bisnis, merasakan, melihat dan mengalami langsung bagaimana menjalankan bisnis di desa. 

Keempat, peserta dapat membuat dan menyaksikan langsung bagaimana membuat produk, standarisasi sebuah produk.

"Semua yang dipejari ini sesuai dengan output yang kami inginkan. Diharapkan agar dari pelatihan ini para peserta mampu menjadi aktor perubahan di desa melalui usaha-usaha produktif, kreatif dan inovatif yang dapat mereka jalankan," harap Heriawan.

Sementara salah satu peserta pelatihan, Wilgarda Pingga asal Desa Jigharangga menuturkan rasa bangganya karena sudah memiliki konsep bisnis.

"Saya merasa sangat senang karena dalam pelatihan ini saya belajar banyak hal terkait bagaimana membangun bisnis, dan kami berencana untuk usaha ternak babi, dan akan ada aneka produk olahan berbahan baku daging babi," kesan gadis yang disapa Tris.

Senada dengan Tris, Petrus Irwanto Key juga mengaku senang dan bangga bisa belajar di Detusoko, merasakan secara langsung dengan warga dan anak-anak muda.

"Kami betah selama tiga hari kegiatan di sini. Hal yang menarik yakni kami bisa belajar bagaimana membangun bisnis melalui bengkel dan menemukan keunggulan dan keunikan dari usaha kami," kesannya.

Untuk diketahui Kawula Muda dan remaja yang pada umumnya adalah tamatan SMA dan Putus Sekolah berasal dari utusan dari desa dari tiga Kabupaten.

Dari Kabupaten Ende utusan peserta dari Desa Jegharangga, desa Manulondo, Desa lekeboko dan desa Ria Raja. Sementara Dari Kabupeten Sikka yakni dari Desa Waerterang, Waibleler dan Wolomapa. Sedangkan dari Kabupaten Flores Timur yakni dari Desa Aibura, Nayubaya, Kimakamuk, Pogon dan desa Solor Liwohedo.

--- Guche Montero

Komentar