Breaking News

INTERNASIONAL Kebakaran di Bangsal Covid-19, Lebih dari 60 Orang Tewas di Irak 13 Jul 2021 16:30

Article image
Kebakaran di bangsal isolasi virus corona di sebuah rumah sakit di kota Nasiriya, Irak (Foto: The Guardian)
Penyebab kebakaran di rumah sakit al-Hussein tidak jelas, tetapi laporan mengatakan itu dimulai setelah tangki oksigen meledak.

BAGHDAD, IndonesiaSatu.co -- Lebih dari 60 orang tewas setelah kebakaran di bangsal isolasi virus corona di sebuah rumah sakit di kota Nasiriya, Irak, demikian dikutip dari BBC.

Sebagian besar sistem perawatan kesehatan Irak berada dalam kondisi buruk setelah bertahun-tahun konflik dan kerabat para korban yang marah telah memprotes di luar fasilitas tersebut.

Penyebab kebakaran di rumah sakit al-Hussein tidak jelas, tetapi laporan mengatakan itu dimulai setelah tangki oksigen meledak.

PM Irak Mustafa al-Kadhimi memerintahkan penangkapan terhadap kepala rumah sakit.

Media pemerintah menyebutkan jumlah korban tewas 64, dengan hampir 70 lainnya terluka.

Ketua parlemen Irak, Mohammed al-Halbousi, men-tweet bahwa kobaran api adalah "bukti nyata kegagalan melindungi nyawa Irak, dan inilah saatnya untuk mengakhiri kegagalan bencana ini".

Kantor berita Reuters melaporkan bentrokan antara demonstran dan polisi di tempat kejadian, dan dua kendaraan polisi dibakar.

Bangsal baru memiliki ruang untuk 70 tempat tidur dan dibangun hanya tiga bulan lalu, kata pejabat medis kepada kantor berita The Associated Press. Seorang pejabat kesehatan mengatakan bahwa setidaknya 63 orang berada di dalam ketika kebakaran terjadi.

"Saya mendengar ledakan besar di dalam bangsal virus corona dan kemudian api meletus dengan sangat cepat," kata seorang penjaga rumah sakit kepada Reuters. Operasi pencarian sedang berlangsung.

Pada bulan April, tangki oksigen yang meledak memicu kebakaran yang menewaskan sedikitnya 82 orang dan melukai 110 orang di sebuah rumah sakit di ibu kota Baghdad. Menteri Kesehatan Hassan al-Tamimi mengundurkan diri setelah kebakaran itu.

Pandemi virus corona telah sangat membebani layanan kesehatan Irak, yang telah menderita bertahun-tahun perang, pengabaian, dan korupsi.

Irak telah mencatat 1,4 juta infeksi dan melaporkan lebih dari 17.000 kematian akibat virus corona, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Negara itu telah memberikan setidaknya satu dosis vaksin melawan Covid-19 kepada lebih dari satu juta dari sekitar 40 juta warganya, kata WHO.

--- Simon Leya

Komentar