Breaking News

INTERNASIONAL Kebakaran Semakin Hebat, Australia Umumkan Status Darurat 03 Jan 2020 11:53

Article image
Kebakaran hutan di wilayah New South Wales, Australia. (Foto: AP/spiegel.de)
Selama tujuh hari masa darurat pemerintah NSW memberikan wewenang luar biasa kepada komisioner Dinas Pemadam Kebakaran Lokal (RFS) untuk mengendalikan situasi.

SYDNEY, IndonesiaSatu.co -- Negara bagian New South Wales (NSW), Australia, mengumumkan status darurat tujuh hari dan memulai evakuasi paksa dari daerah yang dilanda kebakaran pada Jumat (3/1/2020).

Disitir dari Spiegel Online, Gubernur NSW Gladys Berejiklian mengatakan, status darurat harus segera diberlakukan karena kondisi cuaca diperkirakan akan memburuk secara signifikan pada  akhir pekan ini.

Berejiklian menegaskan, akan dilakukan evakuasi paksa, penutupan jalan dan segala cara lain yang diperlukan untuk menyelamatkan warga yang terdampak kebakaran hutan.

Selama tujuh hari masa darurat, pemerintah NSW memberikan wewenang luar biasa kepada komisioner Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan (Rural Fire Service) untuk mengendalikan kondisi dan situasi di wilayah-wilayah kebakaran dan sekitarnya.

"Kami ingin memastikan kami mengambil setiap tindakan pencegahan untuk bersiap menghadapi hari yang mengerikan pada hari Sabtu," ujar Berejiklian seperti dikutip dari spiegel.de, Jumat (3/1/2020).

Evakuasi dimulai pada hari Kamis (2/1/2020) dan Dinas Pemadam Kebakaran NSW telah membentuk zona bebas wisatawan dari kota pesisir Teluk Batemans NSW hingga ke perbatasan Victoria.

Semua pengunjung dihimbau untuk mengungsi sebelum Sabtu besok, ketika suhu diperkirakan melewati 40 derajat Celcius, kondisi kering dan angin kencang yang dikuatirkan dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Kondisi tersebut akan sangat berbahaya sehingga seluruh warga dan wisatawan didesak mengungsi.

Sementara itu, antrean panjang terbentuk di luar supermarket dan pompa bensin di sekitar wilayah yang berbahaya. Rak-rak bahan pokok seperti roti dan susu di supermarket dikabarkan telah kosong diborong warga lokal dan wisatawan.

Puluhan ribu orang saat ini hidup tanpa listrik dan sejumlah kawasan kota tidak memiliki akses air minum.

Kebakaran makin dahsyat yang melanda pesisir timur dan tenggara Australia sejak pekan lalu memporakporandakan sejumlah kota dan desa serta mengubah warna langit menjadi merah pekat.

--- Rikard Mosa Dhae