Breaking News

BERITA Kecam Insiden di Sigi, Pengurus Pusat Pemuda Katolik Nyatakan Sikap 29 Nov 2020 13:21

Article image
Ketua Umum PP Pemuda Katolik, dr. Karolin Margret Natasa. (Foto: Ist)
"Tingkatkan soliditas serta senantiasa membangun dialog dan kerjasama dengan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan agar Indonesia menjadi negara yang aman, damai dan makmur," demikian isi pernyataan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Pengurus Pusat Pemuda Katolik (PP PK) turut bersimpati dan menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga besar Gereja Bala Keselamatan, khususnya kepada keluarga korban kekerasan dan pembunuhan secara keji oleh orang-orang yang tidak dikenal (OTK) di Lewonu Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah yang terjadi pada Jumat, (27/11/2020).

Sehubungan dengan peristiwa tersebut PP PK menyatakan sikap sebagai berikut:

Pertama, Pemuda Katolik mengecam dan mengutuk keras aksi kejahatan sadis para pelaku tindakan teror terhadap pembakaran Pos Pelayanan luar Gereja Bala Keselamatan (BK) di Lewonu, pembakaran rumah Jemaat dan serangan yang mengakibatkan korban jiwa serta menimbulkan keresahan masyarakat.

Kedua, Pemuda Katolik mendesak kepada aparat keamanan (Polri dan TNI) serta Pemerintah Daerah, agar serius dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat dengan tidak memandang segala perbedaan; baik suku, agama, ras, golongan, dan latar belakang lainnya, karena Indonesia adalah Negara Hukum yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Ketiga, Pemuda Katolik mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas serta mengungkap motif dan aktor di balik para pelaku. Hal ini untuk mencegah terjadinya aksi-aksi serupa di masa yang akan datang. Aksi tersebut merupakan bentuk terorisme yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Keempat, Pemuda Katolik mengajak segenap umat Katolik dan berbagai lapisan masyarakat untuk berani mencegah aksi-aksi kekerasan dan menjadi benteng utama persatuan. 

"Jangan mau diadu domba oleh kelompok-kelompok yang ingin merongrong Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita harus terlibat aktif memutus mata rantai kekerasan dan intoleransi, serta senantiasa taat kepada peraturan perundang-undangan," demikian bunyi pernyataan.

Kelima, Pemuda Katolik menghimbau seluruh lapisan masyarakat Indonesia dan seluruh kader Pemuda Katolik agar jangan terprovokasi dan tetap menjaga kerukunan.

"Tingkatkan soliditas serta senantiasa membangun dialog dan kerjasama dengan organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan agar Indonesia menjadi negara yang aman, damai dan makmur," lanjut pernyataan.

Demikian pernyataan sikap Pengurus Pusat Pemuda Katolik menyikapi kekerasan dan pembunuhan secara keji oleh orang-orang yang tidak dikenal (OTK) di Lewonu Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah.

Pernyataan sikap tersebut menyertakan Ketua Umum PP PK, dr. Karolin Margret Natasa dan Christopher Nugroho selaku Sekretaris Jenderal.

--- Guche Montero

Komentar