Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

INTERNASIONAL Kecam Pembunuhan Etnis Rohingya, PDIP: Pemerintah Harus Bertindak Cepat 02 Sep 2017 18:14

Article image
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: Ist)
PDIP memberikan dukungan sepenuhnya terhadap upaya pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, agar bertindak cepat dengan segera datang ke Myanmar.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendesak pemerintah untuk untuk secepatnya memberikan bantuan kemanusian dan langkah diplomasi terkait etnis Rohingya di Myanmar. Bantuan kemanusiaan dan secepatnya melakukan diplomasi untuk meyakinkan pemerintah Myanmar guna mencari jalan damai untuk menyelesaikan persoalan.

Desakan ini disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Sabtu (2/9/2018).

"PDIP mendesak pemerintah Indonesia untuk secepatnya memberikan bantuan kemanusian dan langkah diplomasi," ujar Hasto.

Kejahatan kemanusiaan tambah Hasto harus dihentikan. PDIP memberikan dukungan sepenuhnya terhadap upaya pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, agar bertindak cepat dengan segera datang ke Myanmar. Indonesia sebagai "Big Brother" di ASEAN harus mengambil inisiatif atas konflik Rohingya.

“Dasarnya sangat kuat, yakni politik luar negeri Indonesia bebas aktif untuk mewujudkan perdamaian dunia. Atas nama cita-cita perdamaian sebagai pelaksanaan sila kedua kemanusiaan atau internalisonalisme, prakarsa aktif harus diambil, termasuk mendesak pemerintahan Myanmar untuk secepatnya menghentikan kekerasan atas warganya,” jelasnya.

Tindakan diplomasi yang cepat dan efektif melalui ASEAN tersebut sangat penting guna mencegah kekerasan lebih lanjut.

"PDIP akan ikut ambil bagian dalam gerakan solidaritas sebagai kekuatan moral untuk mencegah kekerasan lebih lanjut di Rohingya," pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar