Breaking News
  • Divestai Tuntas, Freeport Ganti Status Menjadi IUPK
  • IHSG menguat menyusul akumulasi beli investor asing
  • Jawa Barat diantisipasi dalam Pemilu 2019 karena miliki pemilih paling banyak
  • Libur Natal 2018, 71 Outlet BNI Tetap Beroperasi
  • Menperin: industri tak terdampak tsunami Selat Sunda

NASIONAL Kecam Penyebar Hoax, Moeldoko: Tidak Baik untuk Masa Depan Bangsa! 09 Jan 2019 05:57

Article image
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. (Foto: Ist)
Kepala Staf Kepresidenan sungguh berharap semuanya menuju ke sebuah demokrasi yang tertata dengan baik, jangan diciderai, jangan diteror demokrasi yang terteror dan seterusnya.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Demokrasi tidak boleh diciderai oleh siapapun karena kita menginginkan bahwa demokrasi dari waktu ke waktu semakin sehat, semakin baik. Untuk itu, semuanya harus bermain pada rule yang benar.

Demikian penegasan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko kepada wartawan usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (8/1/2018) sore.

“Jangan ada sebuah upaya penggiringan secara sistematis menuju kepada arah dimana publik digiring menuju arah tidak percaya kepada penyelenggara pemilu, kepada pemerintah, walaupun sebenarnya KPU (Komisi Pemilihan Umum) itu sebuah lembaga yang terpisah, yang independen. Tetapi arah itu sudah sangat jelas,” kata Moeldoko.  

Untuk itu, dari awal Kepala Staf Kepresidenan mengaku sudah mengingatkan jangan main-main.

“Saya ingatkan jangan main-main. Tapi kalau masih main-main saya juga punya mainan,” tegas Moeldoko.

Saat ditanya apa permainannya, Moeldoko mengatakan tidak perlu tahu. Tapi ia mengaku mainan tersebut siap dikeluarkan.

Intinya, lanjut Moeldoko, pemerintah punya instrumen, pemerintah bisa menggunakan instrumen itu dengan tepat dan proporsional. Untuk itu, Kepala Staf Kepresidenan  sungguh berharap semuanya menuju ke sebuah demokrasi yang tertata dengan baik, jangan diciderai, jangan diteror demokrasi yang terteror dan seterusnya.

“Sungguh tidak baik untuk masa depan bangsa, dan sangat mengganggu,” ujar Moeldoko.

Apalagi berita-berita bohong atau hoax. Menurut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, hoaks bukan sekedar dilempar secara seporadis tapi sudah sistematis semuanya arahnya sudah jelas.

“Dalangnya sudah tahu nanti akan ketahuan,” ucap Moeldoko.

--- Redem Kono

Komentar