Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

INTERNASIONAL Kecam Trump, Palestina: Kami Tak Pernah Tolak Perundingan 03 Jan 2018 20:11

Article image
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Foto: DPA)
"Jika Amerika Serikat peduli dan menginginkan perdamaian, mestinya mereka mematuhi kesepakatan dan pengakuan internasional terkait Palestina."

YERUSALEM, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah Palestina mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang merencanakan pemangkasan dan penghentian bantuan bagi Palestina.

Seperti dilansir Zeit Online, Rabu (3/1/2018), juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rdainah, menegaskan, Palestina tak pernah menentang atau menolak untuk melakukan perundingan damai yang dihentikan pada 2014 lalu.

Abu Rdainah mengatakan, negara Palestina akan tetap berdiri di wilayah  yang telah menjadi bagian dari negara mereka berdasarkan kesepakatan internasional di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.

Ia menambahkan, dunia mengetahui bahwa tiga kawasan tersebut merupakan wilayah Palestina yang diduduki oleh Israel dalam perang pada tahun 1967.

"Jika Amerika Serikat sangat peduli dan menginginkan perdamaian, mestinya mereka mematuhi kesepakatan dan pengakuan internasional itu," tegas Rdainah seperti dikutip dari Zeit Online, Rabu (3/1/2018).

Ia menegaskan pendirian negaranya yang memegang teguh prinsip "Yerusalem tidak untuk dijual, tidak untuk emas, maupun perak."

Pengasan senada disampaikan pula oleh Hanan Ashrawi, seorang anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina.

"Kami tak akan pernah bisa diancam dan diperas," ungkap Ashrawi menanggapi pernyataan Trump.

Sebelumnya, Presiden Trump mengutarakan rencana AS untuk memangkas atau bahkan menghentikan bantuan dana ke Palestina jika pemeritah Palestina tidak bersedia melakukan perundingan damai dengan Israel.

Trump mengatakan, AS telah mengucurkan dana cukup besar ke Palestina selama ini. Namun, AS tidak memperoleh apresiasi dan respek yang selayaknya dari Palestina.

"Kami membantu Palestina hingga ratusan juta dolar per tahun tapi tak mendapat apresiasi sama sekali apalagi respek. Mereka bahkan tidak mau bernegosiasi. Palestina tak mau lagi diajak bicara. Untuk apa (kami) memberikan dana untuk mereka lagi?" tegas Trump seperti dikutip dari Huffingtonpost.de, Rabu (3/1/2018).

--- Rikard Mosa Dhae