Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

HANKAM Kecam Tindakan Intoleran di Yogya, PMKRI Cabang Ende: Negara Jangan Lalai.! 12 Feb 2018 01:14

Article image
Ketua Presidium PMKRI Cabang Ende, Bastian Bata (Foto: Bastian)
“Negara sepenuhnya menjamin dan melindungi hak serta kebebasan beragama bagi setiap warga negara untuk menjalankan ajaran sesuai agama yang dianutnya. Tindakan intoleran yang tejadi di Yogya, termasuk ancaman radikalisme nyata yang harus disikapi secara

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Peristiwa penyerangan oleh pelaku misterius kepada umat Katolik yang sedang merayakan ekaristi di Gereja Santa Lidwina, Gedok, Yogyakarta, Minggu (11/2/18) mengundang kecaman dari berbagai kalangan.

Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengecam keras aksi intoleran sebagai ancaman serius di tengah keberagaman dan pluralitas hidup berbangsa dan bernegara.

“Negara sepenuhnya menjamin dan melindungi hak serta kebebasan beragama bagi setiap warga negara untuk menjalankan ajaran sesuai agama yang dianutnya. Tindakan intoleran yang tejadi di Yogya, termasuk ancaman radikalisme nyata yang harus disikapi secara serius oleh Negara guna menjamin rasa aman bagi setiap pemeluk agama dari segala bentuk intimidasi, teror, kekerasan dan bahkan ancaman pembunuhan. Wajib hukumnyam, Negara melindungi hak dan kebebasan setiap warga negara. Negara jangan lalai menyikapi hal ini,” ungkap Ketua Presidium PMKRI Cabang Ende, Batian Bata kepada IndonesiaSatu.co.

Bastian menegaskan bahwa aksi intoleran dan gerakan radikal justru memicu kepanikan dan ketakutan publik jika tidak disikapi secara tegas dan tuntas oleh Negara melalui pihak-pihak yang berwenang.

“Toleransi dan persatuan sudah menjadi spirit dan identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bhineka dan majemuk. Diharapkan agar setiap pemeluk agama tidak terprovokasi dengan situasi yang ada dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang guna mengusut serta menindak tegas pelaku intoleran. Jadikan hukum sebagai panglima,” imbuh Bastian sambil mengungkapkan rasa empati bagi para korban kekerasan dan segenap umat yang mengalaminya.

Sementara Presidium Gerakan Kemasyarakatan PMKRI Cabang Ende, Angan Riwu menandaskan bahwa PMKRI tetap berkomitmen untuk turut mengawal berbagai gejolak sosial dan ancaman radikalisme di tengah hidup bermasyarakat, beragama dan bernegara di setiap daerah.

“Selain ikut berempati dan mengutuk dalang dari peristiwa intoleran ini, PMKRI Cabang Ende menuntut agar setiap perangkat Negara hingga ke tingkat daerah tetap berkomitmen menjaga nilai-nilai luhur bangsa tanpa memandang latar belakang perbedaan dan tendensi kepentingan apa pun yang mengancam persatuan dan kebhinekaan. Jangan cederai hak dan kebebasan setiap warga negara termasuk hak dan kebebasan untuk menjalankan ajaran agama yang dianut,” simpul Angan sembari mendukung penuh sikap Mandataris MPA/Formatur Tunggal/Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI, Juventus Yoris Prima Kago yang secara tegas menuntut Negara hadir menyikapi persitiwa ini.

--- Guche Montero

Komentar