Breaking News

INTERNASIONAL Kedutaan AS di Baghdad Diserang, Trump Kirim Pasukan Khusus 01 Jan 2020 21:15

Article image
Pasukan khusus Amerika Serikat di Baghdad, Irak. (Foto: Task Force-Iraq Public Affairs/Reuters/spiegel.de)
Pada Selasa kemarin, ratusan militan Hizbullah Kataib di Irak melakukan penyerangan ke kantor Kedutaan Besar AS di Baghdad.

WASHINGTON DC, IndonesiaSatu.co -- Presiden Amerika Serikat (AS) mengirim sekitar 750 pasukan khusus Brigade 82 dari Angkatan Darat AS untuk bersiaga di Kuwait setelah Kedutaan Besar AS di Baghdad, Irak, diserbu dan hampir direbut oleh militan bersenjata di Irak, Selasa lalu.

Seperti dilansir Spiegel Online, Rabu (1/1/2020), AS kemungkinan akan menambahkan pasukan dalam jumlah yang lebih besar untuk menyelesaikan rangkaian insiden di Baghdad.

Pasukan khusus itu diberitakan telah bergerak pada Selasa (31/12/2019) waktu setempat. Pada tahap pertama diberangkatkan sejumlah 750 anggota Brigade 82 dari Fort Bragg, North Carolina.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper telah memberikan konfirmasi terkait keputusan yang diambil Trump tersebut.

“Atas perintah Presiden (Donald Trump), pasukan khusus reaksi cepat (IRF) ditugaskan ke Irak untuk melindungi masyarakat dan kepentingan negara,” ungkap Esper melalui akun Twitternya seperti dikutip dari spiegel.de.

Sebelumnya, pada Selasa kemarin, ratusan militan Hizbullah Kataib di Irak melakukan penyerangan ke kantor Kedutaan Besar AS di Baghdad.

Dalam serangan tersebut mereka meneriakkan seruan “Kematian sedang menuju Amerika!”.

Selain itu mereka membakar sebuah pintu masuk pemeriksaan di kantor Kedutaan Besar AS di Baghdad.

Aksi tersebut merupakan langkah protes terhadap serangan udara AS yang menewaskan 25 anggota militan Hizbullah Katain pada akhir pekan lalu.

Kubu AS menyebut serangan itu dilancarkan sebagai serangan balasan atas tembakan sebuah roket ke pangkalan militer AS di Kirkuk yang menewaskan seorang kontraktor.

Serangan Hizbullah Kataib di Kedutaan AS berhasil dihentikan setelah sebuah tim khusus dari satuan pasukan marinir AS dengan sejumlah helikopter diterjunkan ke kantor keduataan yang terkepung.

Terkait serangan ke kedutaannya, Presiden Trump menyalahkan pemerintah Iran. Ia menuntut otoritas Teheran bertanggung jawab atas semua kerusakan yang ditimbulkan dalam serangan militan Hizbullah Kataib.

 --- Rikard Mosa Dhae