Breaking News
  • Indonesia-Australia jajaki tarif 0 persen untuk tiga komoditas
  • Kemendag amankan minuman beralkohol tanpa izin impor
  • Laos tertarik alutsista dan pupuk Indonesia
  • OJK: Masyarakat banyak belum paham fungsi produk jasa keuangan

INDUSTRI Kejar Posisi 5 Besar, BTN Matangkan Ekspansi Anorganik 08 Aug 2017 16:03

Article image
Aktivitas di kantor Bank Tabungan Negara (BTN) Persero (Foto: Ist)
Langkah ekspansi anorganik menjadi strategi Bank BTN terus mengembangkan bisnisnya dalam mengejar posisi ke-5 sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. terus mematangkan rencana ekspansi anorganik perseroan. Langkah ekspansi anorganik tersebut digelar selain untuk menambah produk dan layanan, juga untuk mendukung pertumbuhan bisnis organik perseroan yang terus mencatatkan kinerja positif. Aksi ini juga menjadi upaya Bank BTN untuk mengejar posisi 5 teratas sebagai bank dengan aset terbesar di Indonesia.

Iman Nugroho Soeko, Managing Director Finance & Treasury Bank BTN mengatakan, selain menargetkan masuk menjadi bank dengan posisi aset terbesar ke-5 di Indonesia, dalam rancangan jangka panjang atau hingga 2025, perseroan membidik posisi Global Playership.

Di posisi tersebut, Bank BTN ditargetkan menjadi entitas dengan bisnis yang menggarap hingga ke lingkup global, seiring dengan peningkatan permodalan sesuai persyaratan Bank Indonesia (BI).

Untuk mencapai posisi tersebut, lanjut Iman, Bank BTN terus melakukan peningkatan serta pengembangan produk dan layanan.

“Adanya ekspansi anorganik ini juga akan meningkatkan bisnis kami terutama dari segi produk dan layanan. Sehingga dalam jangka panjang, Bank BTN dapat melayani nasabah tidak hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara tetangga,” jelas Iman dalam Public Expose Bank BTN di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Pada tahun ini, emiten bersandi saham BBTN tersebut memiliki beberapa rancangan ekspansi anorganik. Sebelum menutup 2017, BBTN berencana akan membentuk perusahaan patungan di bidang asuransi.

Mahelan Prabantarikso, Managing Director Strategic, Compliance, & Risk Bank BTN menjelaskan, pembentukan perusahaan manajemen investasi dan multifinance pun masih terus digodok perseroan. Begitu pula, tambahnya, terkait rencana pembentukan anak usaha di bidang asuransi umum masuk dalam daftar rancangan ekspansi BBTN.

“Rencana ekspansi ini juga menjadi strategi kami untuk meningkatkan aset dan menjadi bank dengan aset terbesar kelima di Indonesia,” papar Mahelan.

Sementara itu, dari sisi bisnis organik, tahun ini Bank BTN juga menetapkan beberapa strategi. Di antaranya yakni penguatan bisnis inti di bidang perumahan, peningkatan low cost dan sustainable funding dengan membidik segmen emerging affluent. 

Pada 2017, Bank BTN pun terus meningkatkan fee based income, serta membangun dan memperkuat infrastruktur digital banking, sentralisasi operasi, dan otomatisasi proses. Perseroan juga berfokus memperkuat Good Corporate Governance dan manajemen risiko yang komprehensif.

Adapun, sepanjang paruh pertama tahun ini, Bank BTN terus mencatatkan kinerja positif. Pada semester I/2017, Bank BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp177,4 triliun atau naik 18,81% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp149,31 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Terus Dukung Program Sejuta Rumah

Sejak pertama kali Program Satu Juta Rumah diluncurkan hingga saat ini, Bank BTN juga terus berkomitmen menjadi integrator utama program nasional tersebut. Pada tahun ini, Bank BTN membidik akan memberikan dukungan pembiayaan perumahan untuk 666.000 unit rumah dalam rangka menyukseskan Program Satu Juta Rumah.

Hingga Juni 2017, kata Oni, Bank BTN telah memberikan dukungan pembiayaan perumahan untuk 370.173 unit rumah atau senilai Rp39,01 triliun. Realisasi tersebut, ucapnya, telah mencapai 50% lebih dari target yang ditetapkan Bank BTN.

Adapun, Bank BTN juga telah menggelar berbagai langkah sebagai wujud dukungan atas kesuksesan implementasi Program Satu Juta Rumah. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa penyaluran KPR tapi juga memperkuat sumber pembiayaan, mendorong keterjangkauan, mendorong sisi ketersediaan rumah, serta bersinergi dengan stakeholder perumahan.

--- Ernie Elu Wea

Komentar