Breaking News

HUKUM Kejati NTT Ajukan Izin ke Kemendagri Tahan Bupati Mabar 18 Jan 2021 20:13

Article image
Pihak Kejati NTT saat menggelar konferensi pers terkait kasus tanah di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. (Foto: Kompas.com)
"Kami belum melakukan penahanan terhadap ACD karena belum ada izin penahanan dari Kemendagri, tetapi yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka," tegas Yulianto.

KUPANG, IndonesiaSatu.co-- Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) telah mengajukan izin kepada menteri dalam negeri untuk menahan Bupati Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch Dulla, yang menjadi tersangka dalam kasus penjualan aset tanah milik pemerintah seluas 30 Hektare di Labuan Bajo, NTT.

Kepala Kejati NTT, Yulianto, menyebutkan bahwa ada tiga tersangka yang belum dilakukan penahanan terkait skandal korupsi penjualan aset pemerintah, yaitu Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dulla (ACD), tersangka FS, dan tersangka A alias U.

"Kami yakin izin tidak lama sehingga proses hukum selanjutnya berlangsung secara cepat," kata Yulianto kepada wartawan di Kupang, Kamis (14/1/2021).

Menurut Yulianto, Bupati Dulla telah ditetapkan sebagai tersangka namun belum ditahan Kejati NTT karena mereka belum memiliki izin menahan Bupati Mabar.

"Kami pastikan melakukan penahanan apabila sudah ada izin (Mendagri, red), karena proses pengajuan izin sudah bisa dilakukan secara elektronik sehingga proses pengajuan izin menjadi lebih cepat," katanya.

Selain pengajuan izin ke Kemendagri, Yulianto juga mengatakan bahwa Kejati NTT juga telah mengajukan permohonan kepada imigrasi untuk mencekal Bupati Dulla agar tidak berpergian ke luar daerah setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Diketahui, sejauh ini Kejati NTT telah menahan 13 dari 16 orang tersangka dalam kasus penjualan aset tanah milik pemerintah Kabupaten Mabar.

"Penyidik tindak pidana korupsi Kejati NTT telah melakukan penahanan terhadap 13 orang tersangka dalam kasus korupsi penjualan aset tanah pemerintah di Labuan Bajo," kata Yulianto.

Ia menegaskan, penyidik Kejati NTT semula menetapkan 16 orang tersangka dalam kasus penjualan aset tanah seluas 30 hektare di Labuan Bajo, Kabupaten Mabar dan 13 orang tersangka telah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Kelas II Kupang.

Menurut dia, ada tiga tersangka yang belum dilakukan penahanan terkait skandal korupsi penjualan aset pemerintah yaitu Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch Dulla (ACD), tersangka FS, dan tersangka A alias U.

"Kami belum melakukan penahanan terhadap ACD karena belum ada izin penahanan dari Kemendagri, tetapi yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka," tegas Yulianto didampingi sejumlah pejabat lingkup Kejaksaan Tinggi NTT.

Selain itu, menurut Yulianto, penyidik Kejaksaan NTT juga belum melakukan penahanan terhadap tersangka FS karena tersangka diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga harus menjalani perawatan medis.

--- Guche Montero

Komentar