Breaking News

HUKUM Kejati NTT Serahkan BAP Enam Tersangka Kasus NTT Fair ke JPU 11 Sep 2019 21:17

Article image
Jaksa penyidik saat menggiring para tersangka tindak pidana korupsi kasus pembangunan NTT Fair. (Foto: NTT Pembaharuan.com)
Keenam tersangka ini akan ditahan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak tanggal pelimpahan tahap II.

KUPANG, IndonesiaSatu.co -- Jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT menyerahkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) enam tersangka dugaan tindak pidana korupsi Pembangunan Fasilitas Pameran Kawasan NTT Fair ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang, Selasa (10/9/19).

Dilansir NTT PEMBARUAN.com, penyerahan ini dilakukan setelah BAP enam tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi Pembangunan NTT Fair sudah dinyatakan lengkap (tahap II).

Enam tersangka yang dimaksudkan dalam kasus ini yakni Y.A selaku mantan Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi  NTT, D.T selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), H.P, dan L.L selaku kontraktor serta B.Y dan F.B selaku konsultan pengawas.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kupang, Oder Maks Sombu, kepada wartawan di Kejari Kota Kupang mengatakan, penyerahan tahap II ini berupa para tersangka bersama barang bukti.

Keenam tersangka ini akan ditahan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak tanggal pelimpahan tahap II.

Diharapkannya, dalam rentang waktu penahanan 20 hari ke depan, JPU sudah bisa merampungkan surat dakwaannya untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang untuk selanjutnya disidangkan.

Sementara tim kuasa hukum H.P selaku kontraktor pekerjaan tersebut, Semuel Haning, Marthen Dillak dan Simson Lasi ikut mendampingi kliennya saat pelimpahan tahap II dari Kejati NTT ke Kejari Kota Kupang.

Seperti diketahui, akibat perbuatan para tersangka negara mengalami kerugian sebesar Rp 12.196.892.568,00.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat primer pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHAP.

Subsider pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHAP.

Pembangunan Fasilitas Pameran Kawasan NTT Fair dimulai sejak Mei 2018 dengan anggaran sebesar Rp 31 miliar. Namun hingga batas waktu yang ditentukan pada Desember 2018, proyek tersebut belum rampung.

Kemudian diperpanjang waktu pelaksanaannya selama 50 hari, tetapi belum rampung juga, sehingga ditambah waktu lagi selama 40 hari, namun kontraktor tidak sanggup merampungkan pekerjaan hingga 100 persen.

Hingga 31 Maret 2019, progres fisik pembangunan gedung NTT Fair tersebut baru mencapai 54,8 persen. Sementara, realisasi anggaran pembangunan gedung tersebut sudah 100 persen.  

--- Guche Montero

Komentar