Breaking News

KOLOM Kekerasan dan Arkaisme Agama 18 Nov 2016 09:53

Article image
Lukisan tentang agama dan kekerasan dari Dante. (Foto: Ist)
Terorisme dan pembunuhan atas nama agama seperti yang sedang terjadi sekarang adalah bagian dari konstruksi keinginan manusia.

Oleh Felix Baghi

PADA tanggal  5 Nopember tahun lalu, dunia filsafat dikejutkan dengan kematian seorang filsuf, sejarawan agama, kritikus sastra dan antropolog  terkenal. Dia adalah Rene Girard. Ia meninggal pada usia 91 tahun. Sejak 1947 ia berpindah dari Prancis dan menetap di  Amerika serta mengajar di Universitas  Standfort. 

Dalam hubungan dengan kematiannya, Presiden Prancis François Hollande menyebutnya sebagai "intellectuel exigeant et passionne" - ilmuwan luar biasa dan penuh dengan gairah akademis. 

Pada dasarnya Girard dikenal oleh publik akademik karena teorinya tentang "kambing hitam" dan bukunya yang paling sering dilahap oleh kaum intelektual adalah "violence et sacre" yang terbit sejak tahun 1927.

Tapi, sebenarnya idea dasar Girard ada dalam tesis tentang "désir mimétique" - suatu keinginan untuk meniru kekerasan sebagai arketipe utama dalam tingkah laku semua manusia. Setiap kita selalu menginginkan sesuatu yang pernah dilakukan  oleh orang lain, dan kitapun suka meniru.  Ini lebih khusus dalam hal kekerasan.

Manusia melakukan kekerasan sebagai tiruan dari rangkaian kekerasan yang pernah dilakukan manusia lain sebelumnya.  Ia menyebutnya  "violence mimétique" atau kekerasan sebagai tiruan.

Menurutnya, untuk mengerti suatu masyarakat, kita cukup meneliti arketipe keinginan dan patologi di dalam  masyarakat itu. Dia berkata  "désir est malade" atau keinginan adalah penyakit. Setiap keinginan selalu mengarah kepada sesuatu yang lain yang di luar dari keinginan itu sendiri.  Ini yang menjadi sebab musabab terjadinya  seluruh konflik atau perang di antara manusia. Keinginan seperti ini telah lama menjadi simbol dari  "religions archaïques" atau simbol dari agama-agama arkais.

Terorisme dan pembunuhan atas nama agama seperti yang sedang terjadi sekarang adalah bagian dari konstruksi keinginan manusia dan merupakan arketipe patologis yang paling arkais dari orang-orang beragama.

Serangan terorisme di Paris pada Jumad 13 Nopember tahun  lalu dan rangkaian pembunuhan sadis di Syria dan sejumlah negara lain, adalah manifestasi mimesis atau tiruan patologis atas  kekerasan itu yang bersifat arkaistis.

Sesungguhnya, manusia beragama merendahkan dirinya ke dasar kegelapan Arkais yang terdalam. Di sana, di dalam dunia gelap itu, ia  bermain-main dengan imajinasi dirinya  sambil menjadikan orang lain dan bahkan Tuhan sebagai korban sublimasi  imajinasi itu. Agama adalah kedok untuk kejahatan yang dimanipulasi  oleh teroris untuk membenarkan tindakan mereka.

Penulis adalah Dosen Filsafat di STFK Ledalero, kini sedang mengikuti program Doktoral di Universitas St Thomas, Manila

Komentar