Breaking News

GAYA HIDUP Keliling Dunia Tanpa Harus Resign dari Tempat Kerja 07 Mar 2019 10:55

Article image
Ilustrasi traveling keliling dunia. (Foto: Traveling Mailbox)
Traveler sejati akan mendalami kehidupan warga lokal dan mendatangi lokasi-lokasi yang jarang disinggahi wisatawan.

KEBANYAKAN orang merencanakan liburan ke luar negeeri setelah pensiun. Alasan utama adalah karena sulitnya mendapatkan cuti panjang dari tempat kerja. Ternyata tidak perlu menunggu sampai pensiun untuk bisa keliling dunia. Tidak perlu pula khawatir kehilangan pemasukan rutin jika harus resign dari kantor demi memenuhi keinginan untuk traveling. Dengan trik khusus, Anda bisa melakukan keduanya secara bersamaan, pekerjaan lancar, liburan pun jalan terus.

Berikut ini kiat keliling dunia tanpa harus resign dari tempat kerja seperti direkomendasikan Traveller.

  1. Mempersiapkan diri

Sebelum memulai rencana ini, Anda perlu mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang akan terjadi. Apakah Anda siap menghadapi pengeluaran yang membengkak, membagi waktu antara pekerjaan dan mengeksplorasi tempat-tempat baru, serta bekerja dari jarak jauh? Segera petakan rencana Anda, negara mana saja yang akan dikunjungi, mencari penginapan murah, menghitung biaya hidup, sampai detil terkecil yang tidak boleh luput dari persiapan. Ya, Anda juga harus siap menghabiskan waktu berlibur di penginapan murah jika tidak ingin dompet cepat jebol. Traveling is not always fun and games!

  1. Meminta izin kepada atasan

Nah, ini langkah yang paling menantang. Diperlukan kemampuan negosiasi tingkat tinggi untuk melewati tahapan ini. Bekerja dari jarak jauh alias remote working menjadi opsi yang dapat diambil. Opsi ini dapat dipilih jika pekerjaan Anda tidak mengharuskan untuk selalu standby di kantor dan dapat dilakukan dimana saja. Programmer atau desainer grafis, misalnya. Efek sampingnya, ada kemungkinan Anda akan turun pangkat menjadi pekerja part-time atau freelancer, alih-alih tetap menjadi pegawai full-time. Kerahkan kemampuan negosiasi Anda agar memperoleh win-win solution.

  1. Mencari pekerjaan sampingan

Jika langkah kedua sudah berhasil dilewati, kini waktunya memikirkan kemungkinan buruk lainnya: gaji tidak cukup untuk liburan. Untuk menambah tabungan selama traveling, tidak ada salahnya mencari pekerjaan sampingan. Asalkan Anda siap membagi waktu antara liburan, pekerjaan utama, dan pekerjaan sampingan. Melelahkan memang, tapi jika Anda sanggup menyeimbangkan ketiganya, hasilnya akan sangat memuaskan.

  1. Membagi waktu antara bekerja dan liburan

Diperlukan waktu yang tidak singkat untuk dapat mengeksplorasi sebuah negara. Ingat, Anda traveler, bukan turis. Turis cenderung hanya mengunjungi tempat-tempat "wajib", sedangkan traveler sejati akan mendalami kehidupan warga lokal dan mendatangi lokasi-lokasi yang jarang disinggahi wisatawan. Namun jangan terbuai dengan asyiknya liburan sampai-sampai lupa kalau masih punya kewajiban yang harus dipenuhi. Buat rundown harian agar aktivitas tetap teratur dan tidak keteteran.

  1. Menghadapi perbedaan zona waktu

Perbedaan zona waktu perlu disiasati saat liburan sambil bekerja. Jika Anda liburan ke kawasan Eropa atau Amerika, Anda dapat tetap bekerja sambil mengikuti jadwal di Indonesia. Perbedaan waktu yang berkebalikan, di sini siang, di sana malam hari, akan memudahkan jika harus berkoordinasi dengan rekan kerja di kantor secara real-time. Konsekuensinya, Anda harus siap-siap memangkas jam tidur untuk bekerja. Ya, itulah resikonya bekerja sambil liburan.

 

---Elisabeth Sylvie

Komentar