Breaking News

REGIONAL Keluarkan Surat Edaran, Pemda Ende Batasi Akses Darat, Laut dan Udara 28 Apr 2020 21:04

Article image
Bupati Ende, Djafar Achmad saat memberikan keterangan pers kepada awak media. (Foto: ekorantt.com)
“Tidak ada Lockdown, yang ada hanya penutupan sementara akses mobilitas manusia dan kendaraan yang masuk dan keluar dari wilayah Kabupaten Ende hingga waktu yang ditetapkan,” tandas Bupati Djafar.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Pemerintah daerah Kabupaten Ende untuk sementara waktu menerapkan pembatasan akses transportasi baik darat, laut maupun udara.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Bupati Ende Nomor: BU.550/DISHUB/B.12/321/IV/2020 Tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Rahun 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Ende.

Adapun pendasaran pembatasan akses transportasi tersebut yakni Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19; Peraturan Menteri Perhubungan Nomor Pm. 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian transportasi selama mudik Idul Fitri tahun 1441 H dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19; serta Hasil Rapat Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ende tanggal 27 April 2020.

“Mulai Selasa (28/4/20), Kabupaten Ende akan ditutup dari berbagai akses, baik darat, laut (pelabuhan) maupun udara (bandara). Dengan demikian, semua warga dan para pengendara, baik yang hendak masuk dan keluar, tidak lagi diperbolehkan oleh pemerintah.,” ungkap Bupati Ende, Djafar Achmad dalam keterangan pers kepada wartawan usai menggelar pertemuan dengan jajaran Muspida Kabupaten Ende serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkup Pemkab Ende, Senin (27/4/20) di Aula Lantai 2 Kantor Bupati Ende.

Bupati Djafar mengatakan bahwa penutupan wilayah Kabupaten Ende sebagai tindak lanjut perintah Pemerintah Pusat guna melarang warga melakukan mudik menjelang Lebaran tahun 2020.

Dijelaskan, meskipun ditutup untuk sementara waktu namun demikian pemerintah masih memberikan akses masuk bahan-bahan sembako, juga aktivitas yang berhubungan dengan Covid-19, seperti pengiriman Alat Perlindungan Diri, mobilitas kendaraan TNI dan Polri serta hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan.

“Yang dilarang masuk dan keluar itu hanya manusia, sedangkan mobilitas sembako maupun hal-hal yang berhubungan dengan pencegahan Covid-19 tetap diperbolehkan,” kata Bupati Djafar.

Terhadap larangan yang mulai berlaku sejak Selasa (28/4) hingga Sabtu (30/5/20) mendatang, Bupati Djafar meminta kepada semua masyarakat untuk dapat mematuhinya, karena hal itu semata-mata sebagai upaya pemerintah untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ende dan akan bekerjasama dengan pihak TNI dan Polri untuk melakukan pengawasan.

Meskipun dipastikan akan menutup akses transportasi masuk dan keluar wilayah Kabupaten Ende, Bupati Djafar menolak bahwa pihaknya melakukan lockdown.

“Tidak ada Lockdown, yang ada hanya penutupan sementara akses mobilitas manusia dan kendaraan yang masuk dan keluar dari wilayah Kabupaten Ende hingga waktu yang ditetapkan,” tandasnya.

--- Guche Montero

Komentar