Breaking News

REGIONAL Keluhkan Masuknya Pedagang Luar, Para Ibu Penjual Sayur Datangi Kantor DPRD Ende 22 Apr 2020 11:34

Article image
Para ibu pedagang sayur mendatangi gedung DPRD Ende beserta sayur dagangan mereka. (Foto: floreseditorial.com)
Bahkan para pedagang mengaku, mereka seringkali tidak mendapat tempat atau lapak untuk berjualan di Pasar Mbongawani lantaran diserobot oleh pedagang dari luar Kabupaten Ende.

ENDE, IndonesiaSatu.co-- Sejumlah pedagang yang terdiri dari para ibu penjual sayur yang mengaku datang dari dua Kecamatan, yakni Ndona dan Ende Timur di Ende, Senin (20/4/20) menggelar aksi di gedung DPRD Kabupaten Ende dengan membawa serta sayur dagangan mereka.

Aksi tersebut buntut dari keluhan mereka lantaran jualan mereka tidak laku dan menurun drastis. Selain itu, mereka juga mengeluh karena banyak penjual dari luar Kabupaten Ende, yakni pedagang asal kabupaten Nagekeo dan kabupaten Ngada yang belakangan berjualan di Pasar Mbongawani.

Kepada Anggota DPRD yang hadir, para pedagang sayur mengatakan bahwa sejak ada instruksi, himbauan dan peringatan terkait pencegahan dan penanganan pandemi Virus Corona (Covid-19), para penjual dari Kabupaten lain masuk dan berjualan di Pasar Mbongawani.

Akibatnya, terjadi persaingan yang kurang sehat sehingga para ibu yang sehari-hari berjualan sayur itu mengaku pendapatan mereka menurun drastis.

“Sayur kangkung kami jual 3 ikat dengan harga Rp 5.000. Tapi mereka jual 1 ikat dengan harga Rp 1.000. Bapak-bapak Dewan yang terhormat, tolong kami dulu,” ujar Siti Harizah, salah satu penjual sayur.

Para pedagang memastikan bahwa persoalan ini baru terjadi sejak pemerintah dari beberapa kabupaten di Flores gencar menghimbau pencegahan Virus Corona. Bahkan para pedagang mengaku, mereka seringkali tidak mendapat tempat atau lapak untuk berjualan di Pasar Mbongawani lantaran diserobot oleh pedagang dari luar Kabupaten Ende.

Perketat Akses Masuk Perbatasan

Mendengar keluhan para ibu pedagang sayur tersebut, Anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, Mahmud Bento Jegha, yang juga hadir menemui pedagang, mengatakan bahwa tersebut terjadi sebagai akibat dari pembatasan sosial yang kurang ketat di kabupaten-kabupaten sekitar.

“Karena itu, pemerintah perlu memperketat akses masuk di daerah-daerah perbatasan. Ini keluhan yang langsung disampaikan dan dialami oleh para pedagang sayur yang tentu mengharapkan pendapatan tetap stabil dari jualan mereka. Ini perlu disikapi segera sehingga dapat meminimalisir konflik horizontal antara para pelaku pasar,” saran Bento.

Bento juga menyinggung, selain memperketat pengawasan di area perbatasan, juga perlu pengawasan ketat di setiap lokasi pasar untuk menghindari berbagai kemungkinan masuknya orang luar yang lolos dari pemantauan para Tim Gugus Tugas Covid-19, baik di tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan maupun Kabupaten.

“Pengawasan di lokasi pasar di setiap hari pasar harus menjadi perhatian dan catatan serius. Kebijakan untuk tidak menutup atau membatasi aktivitas di pasar, perlu juga didukung dengan pengawasan maksimal. Di Kecamatan Wolowaru, misalnya, pengawasan masih sangat lemah di area pasar. Perlu konsolidasi yang sinergis dengan Tim Gugus Tugas hingga ke wilayah kecamatan, Desa dan Kelurahan. Perlu kerjasama, perhatian, tanggung  jawab dan komitmen bersama mengahadapi situasi pendemi ini,” imbuhnya.

Dalam pertemuan dengan para pedagang yang didominasi oleh kaum ibu-ibu penjual sayur ini, DPRD akhirnya memutuskan beberapa poin penting.

Wakil Ketua DPRD Ende, Erick Rede, selaku Pimpinan Sidang yang memfasilitasi para pedagang, mengharapkan agar pemerintah dapat memperketat akses masuk ke Kabupaten Ende.

“Akses di perbatasan harus diperketat. Jangan sampai mama-mama merugi karena hal ini. Selain itu, kami juga meminta agar pemerintah kembali melakukan penataan di Pasar Mbongawani, termasuk pendataan dan penertiban mobil-mobil jenis pick up dari luar Ende yang menjajakan dagangan di Pasar Mbongawani. Hal ini, akan disampaikan kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Ende,” komit Erick.

Pada kesempatan itu, selain memfasilitasi para pedagang untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi mereka, anggota DPRD Ende juga mendata nama-nama pedagang untuk dimasukan sebagai penerima bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah.

--- Guche Montero

Komentar