Breaking News
  • 12 parpol lama lolos verifikasi faktual
  • 150 ton bahan narkoba asal China gagal masuk ke Indonesia
  • Eropa murka, siap jawab tantangan perang dagang Donald Trump
  • KM Pinang Jaya tenggelam di Laut Jawa akibat cuaca buruk
  • Presiden Jokowi masih pertimbangan Plt Gubernur dari Polri

HUKUM Kembali Hindari Sidang Mediasi, Anies Baswedan Dinilai Lecehkan Proses Peradilan 18 Jan 2018 23:38

Article image
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Foto: Ist)
“Terus terang, sikap Gubernur DKI Jakarta ini merupakan bentuk pelecehan terhadap proses peradilan (contempt of court). Marwah peradilan di Republik ini sudah tidak ada nilainya lagi di hadapan tergugat (Anies Baswedan). Ini adalah pelecehan terhadap cit

JAKARTA, IndoensiaSatu.co-- Ketidakhadiran Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada sidang tahapan mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (17/01/18) dinilai sebagai bentuk pelecehan terhadap proses peradilan.

Hermawi Taslim dari Tim Advokasi Anti Diskriminasi Ras dan Etnis (TAKTIS) selaku penggugat, mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Gubernur Anies Baswedan merupakan suatu bentuk pelecehan terhadap proses peradilan.

“Terus terang, sikap Gubernur DKI Jakarta ini merupakan bentuk pelecehan terhadap proses peradilan (contempt of court). Marwah peradilan di Republik ini sudah tidak ada nilainya lagi di hadapan tergugat (Anies Baswedan). Ini adalah pelecehan terhadap citra hukum,” ungkap Taslim dalam rilis yang diterima IndonesiaSatu.co, Kamis (18/1/18).

Dalam sidang gugatan dengan Nomor Perkara 588/PDTG/2017/PN.JKT.PST tersebut, Gubernur yang berstatus sebagai tergugat, untuk ketiga kalinya tidak menghadiri sidang mediasi  yang dijadwalkan mulai pada pukul 10:35 WIB. Pada dua kali proses mediasi sebelumnya, pihak tergugat melalui kuasa hukumnya menyampaikan alas an tidak hadir karena kesibukan dengan agenda Pemprov DKI.

Senada dengan tanggapan Taslim, Daniel Tonapa Masiku yang juga merupakan anggota TAKTIS menyoroti bahwa apa yang dilakukan oleh tergugat, Gubernur Anies Baswedan tidak mencerminkan keberadaan dan kapasitasnya sebagai seorang pejabat publik yang seharusnya memberi contoh yang baik terhadap proses hukum dan peradilan yang sedang dihadapi dengan tersebut.

“Sebagai Kepala Daerah (Gubernur), sudah seharusnya Beliau memberi contoh yang baik kepada masyarakat luas dalam menaati dan menghormati proses hukum. Namun, apa yang beliau lakukan justru bertolak belakang dengan asas kesamaan di depan hukum (equality before the law),” tegas Daniel.

Dengan gagalnya proses mediasi ini, praktis agenda sidang gugatan TAKTIS terhadap tergugat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan harus dilanjutkan ke Pokok Perkara. 

Mediasi yang dipimpin oleh Hakim Mediator, Saifudin Juhri dan dibantu oleh Panitera Pengganti, Suryono akhirnya ditutup secara resmi sekitar pukul 11:20 WIB tanpa kehadiran tergugat prinsipal.

Sementara itu, untuk sidang selanjutnya dijadwalkan pada Rabu, (24/1/18) pukul 10:00 WIB dengan agenda tanggapan tergugat atas gugatan penggugat.  

--- Guche Montero

Komentar