Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

INDUSTRI Kembangkan Dermaga Kuala Tanjung, Inalum Investasi Rp 810 M 06 Dec 2017 07:56

Article image
Pelabuhan Kuala Tanjung milik Inalum. (Foto: Ist)
Saat ini Inalum memiliki dua dermaga yaitu dermaga A dengan luas 200 X 19 meter dan dermaga B yang menjorok ke laut sepanjang 2,5 kilometer.

KUALA TANJUNG, IndonesiaSatu.co -- Holding BUMN Tambang, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero siap mengembangkan pelabuhan di Kuala Tanjung untuk mengantisipasi peningkatan kapasitas produksi aluminium dan produk hilir dengan investasi sekitar 60 juta dolar AS atau setara dengan sekitar Rp810 miliar.

"Pengembangan pelabuhan diharapkan dapat dimulai pada semester II 2018," kata Direktur Inalum Carry F Mumbunan di sela Media Gathering Inalum di Kuala Tanjung, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, Selasa (5/12).

Menurut Carry, pada tahun 2017 Inalum menargetkan total kapasitas produksi mencapai 300.000 ton aluminium per tahun, melonjak menjadi sekitar 500.000 ton pada tahun 2019 dan mencapai 1 juta ton pada 2021.

"Khusus di Kuala Tanjung, peningkatan kapasitas produksi antara lain akan didorong ketersediaan PLTA berkapasitas 2 X 350 MW yang sedang dalam proses kajian pembangunan," ujarnya.

Saat ini Inalum memiliki dua dermaga yaitu dermaga A dengan luas 200 X 19 meter dan dermaga B yang menjorok ke laut sepanjang 2,5 kilometer.

Kedua dermaga tersebut selama ini menjadi tempat mendatangkan berbagai kebutuhan pabrik Inalum seperti alumina bahan baku pembuatan aluminium yang diimpor dari Australia.

Selanjutnya "calcined petroleum coke" (CPC) yang didatangkan dari Timur Tengah dan "coal tar pitch" (CTP) atau bahan untuk proses elektrolisis dalam tungku reduksi pabrik aluminium yang diimpor dari China dan India.

Sementara itu, General Umum Inalum Iswadi YS mengatakan pengembangan pelabuhan juga sejalan dengan tingginya barang curah yang masuk untuk keperluan operasional pabrik.

Iswadi menjelaskan, dalam satu tahun Inalum mendatangkan bahan bakar solar sebanyak 1,2 juta kilo liter per tahun, mengimpor alumina 450-540 metrik ton per tahun dan sebanyak 1,4 juta ton batubara per tahun.

"Dengan peningkatan kapasitas produksi Inalum, hampir dipastikan juga diikuti peningkatan kapasitas dermaga," tegasnya.

Untuk itu, tambah Iswadi, selain menambah panjang dermaga juga harus menambah dalam pelabuhan agar bisa disinggahi kapal dengan bobot yang lebih besar untuk keperluan pengiriman produk-produk Inalum dan untuk impor bahan baku.

"Saat ini kedalaman laut dermaga Kuala Tanjung berkisar 12 meter, harus dikeruk hingga mencapai 16 meter," katanya.

--- Sandy Romualdus

Komentar