Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

PERDAGANGAN Kemendag Tetapkan Harga Referensi CPO Untuk Penetapan Bea Keluar 29 Sep 2017 00:59

Article image
Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita dalam acara diskusi harga produk di Kantor Kemendag (Foto: Biro Pers Kemendag)
Saat ini harga referensi CPO mengalami penguatan dan tetap berada pada level di bawah 750 USD. Untuk itu, Pemerintah mengenakan BK untuk CPO sebesar USD 0/MT untuk periode Oktober 2017.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Setelah memperhatikan berbagai rekomendasi, Kementerian Perdagangan RI menetapkan Harga Referensi produk Crude Palm Oil (CPO) untuk penetapan Bea Keluar (BK) periode bulan Oktober 2017 sebesar USD 740,09/MT. Harga tersebut menguat sebesar USD 42,83 atau 6,14% dari periode bulan September 2017 yaitu USD 697,26/MT.

“Saat ini, harga referensi CPO mengalami penguatan dan tetap berada pada level di bawah 750 USD. Untuk itu, Pemerintah mengenakan BK untuk CPO sebesar USD 0/MT untuk periode Oktober 2017,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan di Jakarta.

Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70/M-DAG/PER/9/2017 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

BK CPO untuk bulan Oktober 2017 tercantum pada Kolom 1 Lampiran II Huruf C Peraturan Menteri Keuangan No.13/PMK.010/2017 sebesar USD 0/MT. Nilai tersebut sama dengan BK CPO untuk periode bulan September 2017 sebesar USD 0/MT.

Sementara itu, harga referensi biji kakao pada bulan Oktober 2017 kembali mengalami penurunan sebesar USD 27,61 atau 1,39%, yaitu dari USD 1.978,46/MT menjadi USD 1.950,85/MT. Hal ini berdampak pada penetapan HPE biji kakao yang juga mengalami penurunan USD 27 atau 1,58% dari USD 1.704/MT pada periode bulan sebelumnya menjadi USD 1.677/MT pada bulan Oktober 2017.

Penurunan harga referensi dan HPE biji kakao disebabkan oleh menurunnya harga internasional. Pelemahan ini tidak mengubah BK biji Kakao yang tetap 0%. Hal tersebut tercantum pada kolom 1 Lampiran II Huruf B Peraturan Menteri Keuangan No.13/PMK.010/2017. Untuk HPE dan BK komoditas produk kayu dan produk kulit tidak ada perubahan dari periode bulan sebelumnya.

--- Ernie Elu Wea

Komentar