Breaking News
  • Divestai Tuntas, Freeport Ganti Status Menjadi IUPK
  • IHSG menguat menyusul akumulasi beli investor asing
  • Jawa Barat diantisipasi dalam Pemilu 2019 karena miliki pemilih paling banyak
  • Libur Natal 2018, 71 Outlet BNI Tetap Beroperasi
  • Menperin: industri tak terdampak tsunami Selat Sunda

TRANSPORTASI Kemenhub: Lion Air JT 610 Hilang Kontak 29 Oct 2018 08:47

Article image
Penerbangan Lion Air. (Foto: Ist)
Menurut Sindu, pesawat yang membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 pilot dan 5 FA itu sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pesawat Boeing 737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik maskapai Lion Air yang terbang dari Bandar Udara Soekarno Hatta, Banten, menuju Bandar Udara Depati Amir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung (Babel), dilaporkan telah hilang kontak pada Senin (29/10/2018) sekitar pukul 06.33 WIB.

Siaran pers Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Sindu Rahayu, menyampaikan pesawat dengan nomor registrasi PK-LQP dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S – 107 07.16 E.

“Pesawat ini berangkat pada pukul 06.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 07.10 WIB,” kata Sindu dalam siaran persnya Senin (29/10/2018) pagi.

Menurut Sindu, pesawat yang membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak dan 2 bayi dengan 2 pilot dan 5 FA itu sempat meminta return to base sebelum akhirnya hilang dari radar.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub saat ini tengah berkoordinasi dengan BASARNAS, Lion Air selaku operator dan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Perum LPPNPI untuk melakukan kegiatan pencarian dan penyelamatan terhadap pesawat JT 610,” kata Sindu.

Berharap terbaik

Sementara itu Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengakui sejak satu jam lalu dirinya mendapat info dari Airnav, Dirjen Udara bahwa ada satu pesawat yang lost kontak terbang dari Jakarta -Pangkal Pinang.

“Saya tentu prihatin dan menugaskan beberapa pihak stakeholder dalam menangani itu Dirjen Perhubungan Udara, KNKT, Basarnas untuk melakukan suatu pengamatan lebih jauh,” kata Menhub di Jakarta, Senin (29/10/2018) pagi.

Menhub mengakui, dari pengamatan yang ada terdapat indikasi bahwa pesawat tidak bisa lanjut terbang, tapi pihaknya masih klarifikasi.

“Kami tetap berharap kemungkinan terbaik. Oleh karena itu, kami membuat Crisis Center di Terminal 1 Soekarno Hatta,” ucap Menhub.

--- Redem Kono

Komentar