Breaking News

KESEHATAN Kemenkes Tetapkan Puskesmas Nangaroro sebagai Puskesmas Model di Kabupaten Nagekeo 15 Jan 2020 08:53

Article image
Kepala Puskesmas Nangaroro, Maria M. Ngole. (Foto: Floresfile.com)
Kepala Puskesmas Nangaroro, Maria M. Ngole mengatakan bahwa Puskesmas Nangaroro telah ditetapkan menjadi Puskesmas Model di Kabupaten Nagekeo.

NAGEKEO, IndonesiaSatu.co-- Kementerian Kesehatan RI menetapkan puskesmas Nangaroro sebagai Puskesmas model di Kabupaten Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Puskesmas Nangaroro, Maria M. Ngole mengatakan bahwa Puskesmas Nangaroro telah ditetapkan menjadi Puskesmas Model di Kabupaten Nagekeo.

Hal tersebut disampaikan Maria saat diwawancarai awak media pada Kamis (09/01/20) di Nangaroro seperti diberitakan Floresfile.com.

Maria menerangkan bahwa Puskesmas Nangaroro termasuk salah satu dari 500 Puskesmas di seluruh Indonesia yang terpilih menjadi Puskesmas Model, berdasarkan hasil penilaian Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI yang pada beberapa waktu lalu turun melakukan penilaian.

“Sebelum ditetapkan, telah ada tim dari Provinsi dan Kementerian Kesehatan yang mengunjungi Puskesmas Nangaroro untuk melakukan penilaian,” ungkapnya.

Puskesmas Model, kata Maria, mempunyai makna bahwa Puskesmas Nangaroro akan menjadi tempat belajar bagi pengelola Puskesmas lainnya di Kabupaten Nagekeo, dalam hal pelayanan.

Sebagai kepala Puskesmas, Maria mengaku bangga terhadap capaian tersebut. Untuk itu, pihaknya berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Saya dan segenap pegawai berbangga atas pencapaian ini. Tetapi semuanya akan terus berproses. Yang pasti harus banyak inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan pelayanan. Rencananya Puskesmas Nangaroro akan melakukan pelayanan rumah,” tuturnya.

Maria menjelaskan bahwa sebelumnya di Puskesmas Nangaroro telah diberlakukan kantin khusus bagi ibu hamil, yang menyediakan makanan dengan pola empat bintang pada setiap hari Kamis pada Minggu kedua setiap bulannya.

“Semuanya gratis. Makanan yang disiapkan adalah makanan bergizi sesuai kebutuhan ibu hamil,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Maria berharap untuk mendukung peran Puskesmas Model, terutama dalam menyongsong reakreditasi pada bulan Oktober 2020 mendatang, Puskesmas Nangaroro masih membutuhkan banyak faktor untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan pengguna layanan atau pasien.

Dijelaskan, faktor pendukung tersebut di antaranya instalasi air bersih, drainase, akses ke Puskesmas yang nyaman, instalasi listrik, tempat parkir, selasar dan sebagainya.

“Kami harapkan perhatian dan dukungan pemerintah untuk memenuhi hal-hal dasar tersebut,” harapnya.

Di tempat terpisah, Sekretaris Badan Kemitraan Puskesmas (BKP) Nangaroro, Hironimus Emilianus Sina, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung sepenuhnya dengan meningkatkan pelayanan kepada pasien.

“Kami siap mendukung Puskesmas Nangaroro untuk memberikan pelayanan lebih baik lagi kepada pasien, baik sebagai Puskesmas Model maupun dalam menyongsong reakreditasi,” katanya.

Hironimus mengaku, sebelumnya BKP Puskesmas Nangaroro walaupun dengan segala keterbatasan, namun secara swadaya, bahu-membahu mendukung pembangunan di Puskesmas Nangaroro.

Hironimus mencontohkan beberapa kegiatan yang sudah selesai dilaksanakan di antaranya membangun tangga pengaman untuk jalan masuk ke Puskesmas, pembangunan tembok penyokong, dan pembangunan lain.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah untuk kebutuhan-kebutuhan lainnya, sebab kemampuan BKP tentunya terbatas,” pungkasnya.

--- Guche Montero

Komentar