Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

UKM Kemenkop dan UKM Sosialisasi Penyerapan KUR di Surakarta 11 Sep 2018 14:09

Article image
Sosialisasi dan penyerahan KUR di Surakarta. (Foto: ist)
Pada sosialisasi ini juga diserahkan KUR kepada 10 debitur dari 5 bank penyalur yaitu BRI, Bank Mandiri, BNI, BRI Syariah dan Bank Jateng.

SURAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM bersama-sama dengan bank penyalur kredit usaha rakyat (KUR), serta perusahaan penjamin bersama-sama dengan Pemerintah Daerah melakukan kegiatan sosialisasi di berbagai daerah dalam upaya mendorong percepatan realisasi KUR.

Kali ini kegiatan sosialisasi dilakukan Kemenkop dan UKM bekerja sama dengan Dinas KUKM Kota Surakarta bertempat di Solo Paragon Hotel and Residence. Pada sosialisasi ini juga diserahkan KUR kepada 10 debitur dari 5 bank penyalur yaitu BRI, Bank Mandiri, BNI, BRI Syariah dan Bank Jateng.

“Kita harapkan melalui sosialisasi ini, informasi yang berkaitan dengan KUR ini bisa semakin meluas ke seluruh daerah,” kata Deputi Bidang Pembiayaan, Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati melalui siaran pers, Senin (10/9/2018).

Selain itu, Yuana menyampaikan bahwa melalui sosialisasi ini diharapkan dapat mendukung percepatan penyaluran KUR di Kota Surakarta dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya.

“Upaya percepatan penyaluran KUR yang dilakukan pemerintah didorong salah satunya melalui penyebaran informasi dalam bentuk sosialisasi percepatan penyaluran KUR ke seluruh daerah,” tandasnya.

Total penyaluran KUR Tahun 2018 sampai dengan per tanggal 31 Juli 2018, yakni sebesar Rp76,18 triliub kepada 2.893.776 debitur dimana realisasi penyaluran terbesar ada di Propinsi Jawa Tengah mencapai sebesar Rp13,93 triliun dan 620.501 debitur.

Yuana mengatakan sejak diluncurkan KUR pada tahun 2007 hingga tahun 2018 ini, pemerintah terus menunjukkan keberpihakan kepada usaha mikro, kecil dan menegah untuk meningkatkan akses pada sumber pembiayaan. Salah satunya melalui penambahan alokasi KUR.

“Terbukti dari target alokasi penyaluran KUR yang bertambah menjadi sebesar Rp120 triliun, yang sebelumnya tahun 2017 sebesar Rp 110 triliun,” katanya.

Dalam rangka mendorong percepatan realisasi penyaluran KUR, pemerintah juga melakukan berbagai upaya diantaranya dengan menambah bank penyalur KUR, menambah perusahaan penjamin KUR, dan mengikut  sertakan Lembaga Keuangan Bukan Bank dan Koperasi sebagai penyalur KUR.

Penyalur KUR yang pada tahun 2015 berjumlah 7 (tujuh) bank, pada tahun 2018 ini bertambah menjadi sebanyak 41 penyalur KUR yang telah mendapat rekomendasi OJK dan Kemenkop UKM, terdiri dari 35 bank, 4 Lembaga Keuangan Bukan Bank dan 2 koperasi.

Sedangkan yang sudah mengadakan Perjanjian Kerjasama Pembiayaan dengan Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) subsidi KUR sebanyak 38 penyalur.

--- Sandy Romualdus

Komentar