Breaking News
  • Ada 70.000 ibu hamil dan menyusui di antara pengungsi Rohingya
  • ASEAN Para Games - Doni Yulianto sumbang emas nomor kursi roda 1.500m
  • Kemenperin buka rekrutmen PNS untuk 380 formasi
  • Malaka, NTT diguncang gempa
  • Menhub: uji coba Transjabodetabek hasilnya kurang maksimal

UKM Kemenkop Dorong Kesadaran Berkoperasi Bagi Pelaku Bisnis Transportasi 28 Aug 2017 13:48

Article image
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram saat memberikan kepada jajaran pengurus dan anggota Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (F. SPTI) di Depok (Foto: Humas Kemenkop)
Sektor transportasi dan para pekerja didalamnya memiliki peran penting karena sistem transportasi mencakup aktivitas, modal, dan jaringan serta peraturan per undang-undangan yang melindunginya.

DEPOK, IndonesiaSatu.co -- Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram mengingatkan pentingnya untuk tetap berkoperasi bagi para pelaku bisnis yang bergerak di bidang transportasi.

Hal ini dilakukan dengan melakukan sosialisasi tentang pentingnya untuk tetap berkoperasi di era globalisasi kepada jajaran pengurus dan anggota Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (F. SPTI) yang sedang menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa di Hotel Bumi Wiyata Depok, Minggu.

"Hal ini penting mengingat transportasi merupakan salah satu bisnis yang mengalami revolusi signifikan di era digital yakni Triple T Revolution yang mencakup Telecommunication, Transportation, Travel & Tourism," kata Agus.

Sektor transportasi menurut dia, merupakan salah satu bagian yang sedang dan terus mengalami revolusi dengan ditandai oleh perubahan yang sangat cepat dalam berbagai sisi. Oleh karena itu, perubahan yang cepat itu harus dihadapi melalui konsolidasi, kerja keras, kerja cerdas dan tuntas secara bersama atau bergotong royong yang salah satunya dapat terwujud melalui koperasi.

Agus sendiri menilai penting dan vitalnya posisi sektor transportasi dan para pekerja didalamnya karena sistem transportasi mencakup aktivitas, modal, dan jaringan serta peraturan per undang-undangan yang melindunginya.

"Kalau sehari saja para pekerja transportasi tidak bekerja, langsung aktivitas dan moda transportasi akan terganggu dan perekonomian menjadi terpengaruh. Jadi peran serikat pekerja ini luar biasa dan ini salah satunya digerakkan antara lain oleh koperasi," katanya.

Pada kesempatan itu juga Agus mengingatkan agar organisasi pekerja di sektor transportasi mulai memikirkan tantangan ke depan dan tidak terjebak dalam pola-pola lama yang mengambat jalannya organisasi.

"Sebab perkembangan teknologi ini sudah sangat cepat sehingga kalau dilawan atau tidak diantisipasi,  akan ketinggalan," katanya.

Hal itu terkait dengan maraknya transportasi berbasis online dalam beberapa waktu terakhir. Meski begitu, dalam tahap peralihan saat ini Agus Muharram mengatakan bisnis online maupun bisnis konvensional harus sinergi dan mendapatkan perlakuan yang setara.

"Perlu menjadi catatan adalah bisnis online maupun bisnis konvensional perlu mendapatkan perlakuan yang setara secara umum baik hak maupun kewajiban," kata Agus.

Agus menegaskan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM memiliki komitmen yang tinggi untuk memperkuat dan memperkokoh produktivitas masyarakat melalui koperasi.

Menurutnya, dengan berkoperasi memungkinkan lebih mudahnya bagi para pembuat kebijakan untuk memberikan perlakuan yang ekuivalen terhadap ragam bisnis baik online maupun konvensional.

Pada kesempatan yang sama hadir Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Halim Parraga, Sekjen KSPSI Rudi Hadiprayitno, dan perwakilan anggota F.SPTI dari seluruh Indonesia.

--- Ernie Elu Wea

Komentar