Breaking News
  • Bos First Travel Andika Divonis 20 Tahun, Istrinya 18 Tahun
  • Dolar AS Melambung, Harga Premium dan Solar Tak Naik Tahun Ini
  • Hendropriyono: TNI/Polri Jangan Takut Tegakkan Hukum
  • JK: Eks Koruptor Dilarang Nyaleg Agar Wibawa DPR Baik
  • Jonan Targetkan Akuisisi Saham Freeport Rampung Juni

PENDIDIKAN Kemenristek Dikti Dorong Sistem Perkuliahan Jarak Jauh di Papua dan Papua Barat 08 Mar 2018 16:57

Article image
Menristek Dikti, Mohamad Nasir saat menghadiri Rakerda Kopertis Wilayah XIV Papua dan Papua Barat di Yogyakarta (Foto: Ist)
“Maka dari itu, guna meningkatkan jumlah mahasiswa dan kualitas akan dikembangkan sistem perkuliahan jarak jauh atau daring. Kami akan kembangkan sistem perkuliahan daring untuk meningkatkan mahasiswa di Papua dan Papua Barat," ujar Menristek Dikti, Moha

YOGYAKARTA, IndonesiaSatu.co-- Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( Kemenristek Dikti) akan membuat sistem perkuliahan jarak jauh secara daring di Papua dan Papua Barat. Hal itu bertujuan untuk terus meningkatkan jumlah mahasiswa yang ada di Papua dan Papua Barat.

"Saya ingin meningkatkan jumlah mahasiswa baik yang ada di Papua maupun Papua Barat. Ini akan kami tingkatkan terus," ujar Menristek Dikti, Mohamad Nasir saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kopertis Wilayah XIV Papua dan Papua Barat di Yogyakarta, Rabu (7/3/18) sebagaimana dilansir Kompas.com.

Mohamad Nasir menerangkan bahwa permasalahan yang ada di Papua dan Papua Barat adalah jumlah perguruan tinggi yang terbatas, sementara jumlah calon mahasiswa cukup tinggi.

“Maka dari itu, guna meningkatkan jumlah mahasiswa dan kualitas akan dikembangkan sistem perkuliahan jarak jauh atau daring. Kami akan kembangkan sistem perkuliahan daring untuk meningkatkan mahasiswa di Papua dan Papua Barat," ujarnya.

Guna merealisasikan sistem tersebut, pihaknya akan mendorong kerja sama antara Perguruan Tinggi swasta di Papua maupun Papua Barat dengan Perguruan Tinggi lainnya yang telah menerapkan daring.

“Dengan adanya sistem daring, diharapkan nantinya para mahasiswa tidak perlu keluar daerah untuk dapat mengikuti perkuliahan. Nanti akan kami bentuk kerja sama dengan Perguruan Tinggi yang sudah menyelenggarakan daring, mungkin kalau di Yogya ada Amikom, UT Jakarta, dan lainnya. Nanti kalau sudah, perkuliahan tidak perlu ke Jakarta, tetapi tetap di Papua dan Papua Barat," tuturnya.

Mengenai akses internet yang menjadi sarana utama kuliah jarak jauh atau daring, lanjut Nasir, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Pihaknya meminta Kominfo untuk meningkatkan jaringan intenet di Papua dan Papua Barat.

"Saya sudah minta kepada Kominfo untuk menyelesaikan sistem jaringan yang nantinya akan menghubungkan Indonesia barat sampai ke timur, yang di Sorong sudah selesai dibangun dan yang di Merauke sedang proses," ungkapnya.

Ia melanjutkan bahwa setelah akses internet tersambung, pihaknya meminta agar dikoneksikan juga ke kabupaten-kabupaten yang ada di Papua dan Papua Barat.

"Saya minta dikoneksikan antar-kabupaten yang ada di Papua dan Papua Barat supaya jaringan internet semakin baik sehingga kuliah dengan daring juga akan berjalan dengan baik. Perguruan TInggi swasta di Papua dan Papua Barat nantinya akan dijadikan untuk tempat tutorial," tandasya.

--- Guche Montero

Komentar