Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

ENERGI Kementerian ESDM: Indonesia Punya Potensi Energi Laut Terbesar di Dunia 25 Sep 2017 00:15

Article image
Openship Kapal Riset (KR) Geomarin III di Pelabuhan Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (Foto: Biro Pers ESDM)
Potensi OTEC di Indonesia merupakan terbesar di dunia, tersebar di 17 lokasi di Indonesia, dari pantai barat Sumatera, selatan Jawa, Sulawesi, Maluku Utara, Bali, dan NTT, yang diprediksi sekitar 41 GW," ungkap Ediar Usman.

KUPANG, IndonesiaSatu.co -- Kepala Pusat Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ediar Usman menegaskan, Indonesia memiliki potensi energi laut seperti Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) yang terbesar di dunia.

Hal ini diungkapkan Ediar dalam Openship Kapal Riset (KR) Geomarin III di Pelabuhan Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jum'at (22/9/2017).

"Potensi OTEC di Indonesia merupakan terbesar di dunia, tersebar di 17 lokasi di Indonesia, dari pantai barat Sumatera, selatan Jawa, Sulawesi, Maluku Utara, Bali, dan NTT, yang diprediksi sekitar 41 GW," ungkap Ediar Usman.

Ediar menjelaskan, OTEC merupakan bagian dari energi baru terbarukan yang bersumber dari perbedaan temperatur air laut yang mudah ditemukan pada perairan laut tropis.

"OTEC akan kita kembangkan sebagai upaya pengembangan energi baru terbarukan untuk mendukung ketahanan energi nasional," katanya.

Menurut Ediar, potensi energi panas laut di seluruh perairan Indonesia secara total diprediksi menghasilkan daya sekitar 240 Gigawatt (GW). Energi ini akan menghasilkan listrik dan air murni akibat penguapan air laut. Pemanfaatan OTEC akan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar di bidang perikanan karena akan memberikan nutrisi pada biota laut di permukaan laut.

Openship kali ini selain bertujuan menyampaikan informasi pemanfaatan KR Geomarin III dalam upaya identifikasi cekungan sedimenter untuk mendukung penyiapan Wilayah Kerja (WK) Migas juga untuk data Joint Study di Perairan Arafuru, Papua dan Persiapan penelitian OTEC di Laut Flores di Utara Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Target survei Geomarin III di Perairan Arafuru meliputi perolehan data pengukuran batimetri dan Sub-bottom profile, rekaman seismik multikanal dasar laut /MCS, gravity meter, geomagnet dan sampling sedimen dasar laut.

Selanjutnya pada tanggal 24 September - 7 Oktober 2017 Geomarin III akan melanjutkan survei untuk pengambilan sampel temperatur laut di Flores di Utara Pulau Lembata yang merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi OTEC cukup besar. 

 

--- Ernie Elu Wea

Komentar