Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

TEKNOLOGI Kemkominfo Ungkap Dua Hoaks Terkait Penculikan Anak 01 Nov 2018 15:03

Article image
Kemkominfo terus melakukan sosialisasi anti hoaks kepada warga net. (Foto: ist)
Setiap pelaku penyebaran hoaks melalui internet bisa dijerat dengan ancaman pidana 6 (enam) tahun penjaran dan denda Rp 1 miliar sesuai dengan ketentuan UU ITE.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Dalam beberapa hari terakhir ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika menerima beberapa aduan konten terkait isu penculikan anak, baik melalui email aduankonten@kominfo.go.id maupun melalui akun twitter @aduankonten dan akun @kemkominfo dan @DitjenAptika.

Atas sejumlah aduan masyarakat tersebut, Subdit Pengendalian Konten Internet, Direktorat Pengendalian, Ditjen Aplikasi Informatika kemudian melakukan verifikasi atas aduan tersebut.

Plt. Kepala Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu, di Jakarta, Kamis (1/11) mengungkapkan, dari proses verifikasi tersebut Kemkominfo berhasil mengidentifikasi 2 (dua) hoaks terkait laporan penculikan anak tersebut.

Hoaks pertama, akhir-akhir ini warga Tulung Agung diresahkan dengan adanya informasi penculikan anak di media sosial. Telah tersebar isu terjadinya penculikan anak di salah satu Pusat Perbelanjaan, Belga, Tulung Agung, Jawa Timur. Kabar ini pun menyebar melalui pesan berantai Whatsapp.

"Menanggapi isu tersebut, Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar menyatakan bahwa hal tersebut adalah tidak benar atau hoaks," jelas Nando, sapaan akrab Ferdinandus.

Lalu hoaks kedua adalah penculikan anak di Talang Jambe Palembang. "Telah ramai beredar informasi tentang penculikan anak yang terjadi di daerah Talang Jambe Palembang. Faktanya informasi yang disebarkan tersebut adalah orang yang tertangkap karena ketahuan mau mencuri Handphone di daerah Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang Rabu 31 Oktober 2018," urai Nando.

Untuk itu, lanjut Nando, sekali lagi, Kementerian Kominfo mengimbau warga net untuk tidak menyebarkan hoaks atau berita bohong atau kabar palsu melalui saluran internet, baik website, media online maupun media sosial.

Setiap pelaku penyebaran hoaks melalui internet bisa dijerat dengan ancaman pidana 6 (enam) tahun penjaran dan denda Rp 1 miliar sesuai dengan ketentuan UU ITE.

--- Sandy Romualdus

Komentar