Breaking News
  • Banjir landa 21 kelurahan di Tebing Tinggi
  • Imigrasi Ngurah Rai beri "exit pass" seminggu bagi wisman
  • Jokowi: Kawasan GBK Harus Jadi Ruang Publik Bagi Masyarakat
  • PVMBG: gas SO2 Gunung Agung menurun
  • Sebanyak 50 ton ikan Danau Maninjau mati

SENI BUDAYA Kenang Tsunami Flores, KAHE Maumere Gelar Pameran “M 7,8 SR” 05 Dec 2017 06:32

Article image
Komunitas KAHE Maumere sedang berkegiatan di Radio Sonia FM Maumere. (Foto: Ist)
Berbagai lukisan, foto, dan video screening yang dipamerkan merupakan bentuk respons kesenian komunitas KAHE atas peristiwa gempa bumi dan tsunami yang melanda Flores, terutama Maumere pada 1992 dulu.

MAUMERE, IndonesiaSatu.co -- Komunitas seni dan sastra KAHE Maumere didukung oleh Garasi Performance Institute Yogyakarta mengadakan pameran, diskusi, dan pertunjukan bertajuk “M 7, 8 SR. Refleksi Tsunami di Maumere dalam Memori, Perubahan, dan Ancaman” di area Radio Sonia FM dan Dapoer Soenda Flores, Jalan Don Thomas No.  19 Maumere, Flores. Berbagai lukisan, foto, dan video screening yang dipamerkan merupakan bentuk respons kesenian komunitas KAHE atas peristiwa gempa bumi dan tsunami yang melanda Flores, terutama Maumere pada 1992 dulu.

“Kami coba mengenang tragedi gempa dan tsunami dua puluh lima tahun silam melalui aktivitas berkesenian. Di sini, kami tak hanya melihat tsunami sebagai peristiwa historis semata, tapi juga mengkajinya lebih jauh sebagai aspek metaforis yang berkenaan dengan isu-isu sosial kekinian,” tutur Dede Aton, koordinator umum kegiatan ini di Maumere melalui keterangan pers kepada IndonesiaSatu.co, Minggu (3 Desember 2017).

Lukisan yang dipamerkan merupakan karya tunggal Qikan Tethy Itammati dan berjumlah sekitar 30-an buah. Ada juga pameran foto dan video screening dari anggota KAHE lainnya yang menjadi referensi visual bagi siapa pun yang datang berkunjung. Selain itu, di sela-sela pameran juga akan terjadi aktivitas diskusi, sharing, talkshow, pembacaan cerpen dan puisi, pentas monolog, live accoustic, dan mural painting yang melibatkan tokoh masyarakat dan seniman-seniman lainnya di Maumere.

Yudi Ahmad Tajudin sendiri selaku direktur Garasi Performance Institute menyatakan bahwa kegiatan ini menjadikan seni sebagai ruang pertemuan orang-orang untuk bisa saling berdiskusi satu sama lain.

“Kreativitas seniman dalam merespons tema dan memanfaatkan ruang merupakan sesuatu yang berharga. Apalagi ini bukan hanya sekadar pameran lukisan, melainkan ada juga diskusi dan tampilan aktivitas kesenian lainnya. Adanya banyak bentuk kesenian tersebut semoga bisa menginspirasi seniman-seniman muda di Maumere untuk menatap isu spesifik tertentu dan meresponsnya dengan karya-karya,” ujarnya.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan akan berlangsung pada tanggal 05 hingga 11 Desember 2017.

--- Redem Kono

Komentar