Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

LINGKUNGAN HIDUP Kepala BBKSDA NTT: Populasi Kakatua Jambul Kuning di NTT Tersisa 40 Ekor 31 Jan 2018 06:30

Article image
Populasi kakatua jambul kuning di NTT terancam punah. (Foto: Ist)
Berdasarkan penelitian BBKSDA NTT, ancaman kepunanahan tersebut karena satwa liar yang dilindungi itu masih menjadi sasaran pemburu.

KUPANG, IndonesiaSatu.co Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) Tamen Sitorus kepada wartawan di Kupang, Selasa (31/1/2018) mengatakan populasi kakatua jambul kuning di wilayah Nusa Tenggara Timur terancam punah.

Berdasarkan perhitungan Sitorus, populasi kakatua jambul kuning tinggal 40. Berdasarkan penelitian BBKSDA NTT, ancaman kepunanahan tersebut karena satwa liar yang dilindungi itu masih menjadi sasaran pemburu. Harga burung ini yang mahal membuatnya sangat laris di pasar illegal.

"Untuk di NTT kakatua jambul kuning adalah hewan liar yang dilindungi oleh Undang-Undang. Dan burung jenis ini jumlahnya sampai saat ini tinggal 40," ungkapnya.

Tamen mengatakan kakatua jambul kuning yang tersisa antara lain ada di dua lokasi pengawasan BBKSDA NTT yakni di Taman Wisata Alam Manipo di Kabupaten Kupang dan Suaka Margasatwa Harlu di Kabupaten Rote Ndao.

"Jumlah itu baru yang ada di dua lokasi yang kami monitoring. Namun ada juga yang terdapat di Pulau Komodo di Manggarai Barat," ujarnya.

Menurut Sitorus, BBKSDA NTT bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait memantau populasi satwa liar itu dan habitatnya. Apalagi tahun 2014 lalu pemerintah sudah memberlakukan undang-undang perlindungan satwa liar yang antara lain memprioritaskan perlindungan untuk satwa seperti kakatua jambul kuning.

Setiap tahun BBKSDA NTT menargetkan peningkatan populasi jenis burung itu sebesar 10 persen, mengharapkan penambahan dua kakatua jambul kuning lagi tahun ini. "Kita berharap ini menjadi lancar sehingga populasi burung ini terus berkembang," ujarnya.

Tamen mengimbau warga tidak memburu satwa-satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang, mengingatkan bahwa sanksi bagi pelanggarnya tegas.

--- Redem Kono

Komentar