Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

KEAMANAN Kepala BNPT: WNI dari Suriah Wajib Lalui Program Deradikalisasi 04 Jul 2017 14:35

Article image
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius. (Foto: Ist)
BNPT mencatat adanya ratusan WNI yang kembali dari negara tempat kelompok radikal ISIS bermarkas tersebut.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Warga Negara Indonesia (WNI) yang kembali dari Suriah terlebih dahulu diharuskan mengikuti program deradikalisasi. 

Penegasan ini disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (3/7/2017).

"Siapa yang menjamin mereka radikal? Tapi sebagai pencegahan, kami kasih pencerahan dan diberikan program deradikalisasi," ujar Suhardi sebagaimana dilansir Antara.

Suhardi menandaskan setiap WNI yang baru kembali dari Suriah juga akan melalui sistem verifikasi dari BNPT, sebelum kemudian menjalankan program deradikalisasi.

"Begitu WNI ini datang, kami verifikasi, lalu kami kasih pencerahan di Bambu Apus, Jakarta Timur, selama satu bulan. Kemudian kami akan mengantar mereka sampai ke rumahnya," kata Suhardi.

Suhardi menginformasikan BNPT mencatat adanya ratusan WNI yang kembali dari negara tempat kelompok radikal ISIS bermarkas tersebut.

"Jelas sudah ada nama-namanya, sekian ratus balik, dan sudah tersebar di seluruh Indonesia," ungkap mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. 

Suhardi menjanjikan  optimalisasi pengawasan BNPT terhadap adanya aksi-aksi terorisme setelah program deradikalisasi itu. BNPT juga akan meminta pemerintah daerah ikut aktif memantau kegiatan para pendatang ini. 

"Saya minta pemda melalui Kementerian Dalam Negeri untuk ikut memantau," pungkasnya.

--- Redem Kono

Komentar