Breaking News
  • Indonesia lampaui rata-rata standar keselamatan penerbangan dunia
  • Pemerintah realisasikan subsidi angkutan kargo udara di Papua
  • Pemerintah upayakan 2018 tanpa revisi APBN
  • Randi Anto pimpin Jamkrindo

KEAMANAN Kepolisian Siap Ciptakan Iklim Investasi yang Kondusif 25 Oct 2017 12:24

Article image
Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Gubernur BI Agus Martowardojo, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi pembicara pada seminar di Auditorium PTIK, Jakarta, Jumat (20/10).
"Polri perannya penting karena untuk menjaga stabilitas politik, Polri punya jaringan ekstensif sampai desa dengan kekuatan 440.000 di bawah TNI. Polri punya dua senjata, yaitu senjata sebenarnya senjata api dan senjata hukum..."

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) turut andil dalam mendorong perekonomian nasional. Salah satunya adalah menciptakan kestabilan keamanan agar tidak mengganggu aktivitas investasi.

Demikianlah disampaikan Kepala  Polri (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian dalam acara seminar sekolah Sespimti Polri Dikreg Ke-26 Tahun Ajaran 2017 mengenai Harmonisasi Paradigma Kebijakan Institusi Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional di Auditorium PTIK, Jakarta, Jumat (20/10).

Tito meyakini, Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-5 di dunia seperti yang disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Masuknya investasi menjadi satu komponen untuk mewujudkan hal tersebut, di samping bonus demografi dan sumber daya.

Maka dari itu, Kepolisian harus bisa memastikan iklim investasi yang kondusif dari sisi keamanan.

"Jadi Polri perannya penting karena untuk menjaga stabilitas politik, Polri punya jaringan ekstensif sampai desa dengan kekuatan 440.000 di bawah TNI. Polri punya dua senjata, yaitu senjata sebenarnya senjata api dan senjata hukum. Negara-negara punya sistem berbeda agar tidak terjadi penyalahgunaan dua senjata ini," jelas dia.

Tito menegaskan, dirinya tidak segan akan mencopot para pejabat kepolisian di daerah yang nyatanya menyulitkan investasi masuk. "Jangan polisi di daerah lihat ada investor datang ini saya bisa dapat berapa, ini yang akan kami copot," tegas Tito.

"Sulawesi Utara sudah capek-capek kepala BKPM undang investor ke sana dikerjain, cari lah masalah imigrasi, masalah tanah Ulayat. Terus kabur lah dia, lapor ke Kadin-nya mereka di sana ini enggak kondusif. Terus enggak investasi nanti kita perlu utang lagi. Ini yang saya titip," paparnya.

--- Sandy Romualdus

Komentar