Breaking News

REGIONAL Kesulitan di Musim Banjir, Warga Inisiatif Bangun Jembatan Darurat dari Bambu 09 Mar 2020 08:06

Article image
Warga Desa Selalejo, Kecamatan Maupongo, Kabupaten Nagekeo, NTT, sedang membangun sebuah jembatan darurat dengan menggunakan bambu. (Foto: Dok. Kades Selalejo)
"Kami berharap agar pemerintah daerah, provinsi hingga pusat, bisa membantu membangun sebuah jembatan gantung yang permanen sehingga kami juga dapat menikmati akses pembangunan juga mengurangi resiko bencana bagi warga," harapnya.

NAGEKEO, IndonesiaSatu.co-- Warga di Desa Selalejo, Kecamatan Maupongo, KabupatenNagekeo, Nusa Tenggara Timur ( NTT), berinisiatif membangun sebuah jembatan darurat dengan menggunakan bambu.

Hal itu dilakukan warga ketika mengalami kesulitan menyeberangi sungai pada saat terjadi banjir.

Kepala Desa Selalejo, Yohanes Sakunda Senda, mengatakan bahwa jembatan darurat itu dibangun secara swadaya oleh wargannya agar dapat terhubung ke ibukota kecamatan.

"Jembatan ini baru dikerjakan pada Rabu (26/2/20) pekan lalu, karena masyarakat kesulitan saat musim hujan dan banjir, sehingga tidak bisa melewati Kali Lowokana ini," ungkap Yohanes seperti dilansir Kompas.com, Minggu (8/3/20).

Yohanes mengaku, inisiatif masyarakat untuk mengatasi persoalan tersebut dilakukan secara swadaya dengan dana sendiri dan bahan dari bambu.

Ia menerangkan, jembatan darurat itu memiliki panjang 12 meter dan tinggi 4 meter dari permukaan air.

"Jembatan darurat ini hanya bisa digunakan warga dengan berjalan kaki ke ibu kota kecamatan dan kabupaten. Sedangkan kendaraan baik roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas. Jika banjir, aktivitas warga menjadi lumpuh," katanya.

Yohanes mengatakan bahwa, sebelum ada inisiatif membuat jembatan darurat tersebut, warga terpaksa beramai-ramai menggotong sepeda motor, dan itu pun menunggu hingga banjir reda.

"Kami berharap kepada semua pihak, baik itu pemerintah dan swasta untuk bekerja sama membantu masyarakat keluar dari kesulitan ini. Sebab, setiap musim hujan, kami pasti mengalami ini. Di tahun terakhir ini, wilayah kami menjadi langganan longsor dan banjir," imbuhnya.

"Kami berharap agar pemerintah daerah, provinsi hingga pusat, bisa membantu membangun sebuah jembatan gantung yang permanen sehingga kami juga dapat menikmati akses pembangunan juga mengurangi resiko bencana bagi warga," harapnya.

--- Guche Montero

Komentar