Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

POLITIK Ketua DPD Demokrat Provinsi Kalteng Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf 24 Sep 2018 12:44

Article image
Bupati Terpilih Barito Utara sekaligus Ketua Demokrat Kalteng Nadalsyah membacakan dukungannya kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. (Foto: Ist)
Usai membaca pernyataan sikap, Nadalsyah memastikan bahwa dukungan kepada capres yang bukan diusung oleh partai Demokrat bukan tanpa pertimbangan.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Kepala Daerah se-Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan dukungan terhadap calon Presiden Republik Indonesia nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin.

Pernyataan dukungan tersebut dibacakan oleh Bupati Terpilih Barito Utara sekaligus Ketua Demokrat Kalteng Nadalsyah.

"Sehubungan dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019, dengan ini kami Kepala Daerah se-Provinsi Kalteng menyatakan mendukung pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Ir H Joko Widodo dan Profesor Dr Kiai H Ma'ruf Amin," ucap Nadalsyah.

Usai membaca pernyataan sikap, Nadalsyah memastikan bahwa dukungan kepada capres yang bukan diusung oleh partai Demokrat bukan tanpa pertimbangan. Dukungan tersebut juga merupakan arahan dari Gubernur sebagai Kepala daerah di Kalteng.

“Saya pastikan, dukungan ini bukan atas nama partai, melainkan atas nama pribadi, nama kedinasan. Secara kepala daerah, atasan saya itu Pak Gubernur, dan kami semua (bupati-wali kota) diberi masukan sehingga kami ringan saja memberi dukungan,” kata Nadalsyah.

Sementara itu, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menegaskan, dukungan dari semua Bupati dan Wali Kota tersebut harus 'dibayar' oleh capres nomor urut satu. Di mana ketika terpilih diharapkan dalam kabinet kerja nantinya ada salah seorang putra daerah asal Kalteng diberi posisi Menteri.

Dia mengatakan tuntutan tersebut karena meyakini kondisi Provinsi Kalteng akan semakin diperhatikan, dan koordinasi dengan Pemerintah Pusat semakin kuat.

"Kita tidak main-main memberikan dukungan. Kita minta juga minta kursi kabinet kerja Pak Joko Widodo ke depannya," ungkap Sugianto.

Pernyataan dukungan Nadalsyah menambah deretan tiga kepala daerah asal Demokrat memilih berseberangan dengan kebijakan Dewan Pengurus Pusat dalam mendukung calon presiden dan wakil presiden priode 2019-2024 mendatang.

Mereka tercatat sebagai pengurus penting di partai yang mengantarkan mereka jadi kepala daerah. Mulai dari ketua DPD hingga anggota Majlis Tinggi. Padahal Partai Demokrat memberikan dukungan untuk Prabowo-Sandiaga Uno.

Pertama, Lukas Enembe. Ketua DPD Partai Demokrat yang saat ini menjabat gubernur Papua. Dia menyatakan dukungannya terhadap Joko Widodo untuk kembali menjadi presiden periode 2019-2024.

Karena berbeda sikap, Lukas dengan tegas mengatakan siap diberi sangsi oleh DPP Partai Demokrat, bahkan dia mengaku siap berpindah partai. Alasannya sangat sederhana. Karena Jokowi sudah delapan kali berkunjung ke Papua.

Kedua, TGB Zainul Majdi. Gubernur Nusa Tenggara Barat tersebut merupakan salah seorang anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat.

TGB menilai Jokowi konsisten dan tekun melaksanakan pembangunan, termasuk di NTB. Oleh karena, TGB memilih mendukung Jokowi pada pilpres mendatang.

Padahal sebelumnya, di pilpres 2014, TGB mendukung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Di sisi lain, partai tempat TGB bernaung, yakni Demokrat, saat ini telah menentukan pilihan politiknya, yaitu mendukung Prabowo-Sandi.

Ketiga, Soekarwo. Ketua DPD Demokrat Jatim sekaligus tercatat sebagai anggota Majlis Tinggi partai Demokrat. Sebelumnya, Demokrat Jatim menggelar rakorda yang di dalamnya dilaksanakan voting sikap dukungan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hasilnya, Jokowi unggul suara atas Prabowo Subianto. Sikap Demokrat Jatim ini tidak sejalan dengan DPP Demokrat yang tetap mendukung Prabowo di Pilpres nanti. Pribadi Soekarwo ditengarai belot dukung Jokowi meski sempat membantah di media.

--- Redem Kono

Komentar