Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

UKM Kiat Koperasi Memberi Manfaat pada Anggotanya 01 Aug 2018 12:02

Article image
Forum Konsultasi Penguatan Koperasi sebagai Lembaga Pembiayaan Formal bagi Usaha Mikro Kecil (UMK) di Batam, Kamis (27/7/2018). (Foto: ist)
“Percuma kalau Koperasi khususnya KSP ngajak semua orang jadi anggota, tapi kalau anggota tidak merasakan manfaatnya...”

BATAM, IndonesoaSatu.co -- Koperasi Simpan Pinjam   (KSP) harus memberikan manfaat kepada anggotanya, agar KSP tersebut mendapatkan kepercayaan dari anggotanya maupun masyarakat pada umumnya, sebagai dasar bagi KSP itu untuk bisa berkembang.

“Percuma kalau Koperasi khususnya KSP  ngajak semua orang jadi anggota, tapi kalau anggota tidak merasakan manfaatnya ,” ujar Ketua Umum Kospin Jasa Pekalongan, Andy Arslan Djunaid, disela Forum Konsultasi Penguatan Koperasi sebagai Lembaga Pembiayaan Formal bagi Usaha Mikro Kecil (UMK) di Batam, Kamis (27/7/2018).

Andy yang pada Harkopnas ke 71 mendapatkan penghargaan satya lencana wira karya memberikan contoh, di Kospin Jasa, selain memberikan SHU (Sisa Hasil Usaha), juga memberikan perlindungan asuransi pada semua annggotanya, diman setiap anggota yang meninggal dunia, keluarganya mendapatkan santunan Rp 5 juta. “Kami juga memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) secara rutin pada anggota,’ ujar Andy.

Selain itu, produk-produk KSP harus sesuai dengan kebutuhan angggota. “Misalnya sekarang anggota kami lagi banyak yang pergi haji, mereke membutuhkan dana pelunasan ONH  sesegera mungkin. Karena anggota kami umumnya pedagang, dan baru sebulan kemudia mendapatkan dana hasil penjualan, maka kami harus cepat memberikan dana talangan,’ jelas Andy.

Hal ketiga sebagai dasar KSP bisa berkembang adalah, pengurus dan pengelola harus transparan dan memberikan laporan secara rutin kepada anggotanya, agar anggota percaya, pengurus dan pengelola itu kredibel, dan ini akan menumuhkan kepercayaan anggota maupun calon anggota.

Dengan ketiga hal itu, KSP akan mampu berkembang dari tahun ke tahun, bahkan sampai menjadi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) seperti yang terjadi pada Kospin Jasa. “setelah menjadi penyalur KUR, kami juga  tak berhenti menawarkan produk-produk kami pada pemasok debitur KUR,” tambahnya.

Andy mengakui banyak manfaat yang diperoleh Kospin Jasa setelah menjadi penyalur KUR, antara lain nama koperasi yang semakin terkenal, karena sering disebut-sebut dalam setiap acara. “Tata kelola perusahaan yang sudah mapan maupun kinerja keuangan menjadi semakin kredibel, akunya. 

Kospin Jasa sebagai koperasi besar pada 2017, Kospin Jasa berhasil mencatatkan aset Rp6,428 triliun untuk layanan keuangan konvensional atau tumbuh 11,44% dari 2016. Adapun simpanan pada 2017 berhasil mencapai Rp5,7 triliun naik 15,68% dari 2016.

Peningkatan yang sangat baik justru ditunjukkan oleh kinerja keuangan syariah. Pada 2017, aset layanan syariah tumbuh 16,94% menjadi Rp1,5 triliun dari sebelumnya Rp1,3 triliun. Simpanan juga menunjukkan kenaikan yang tinggi, yakni Rp1,49 triliun atau tumbuh 18,82%. Di sisi pinjaman tumbuh 12,8%.

Dia mengatakan sejumlah capaian tahun 2017 bagi Kospin Jasa sangat membanggakan, terutama dengan anak perusahaan Kospin Jasa, perusahaan asuransi jiwa syariah PT Jasa Mitra Abadi Syariah (JMAS) mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sejumlah produk keuangan juga dikeluarkan Kospin Jasa, seperti tabungan prima untuk menarik anggota lebih banyak lagi. Pada 2018, Andy mengatakan, akan menjadi tahun yang cukup menantang karena disebut sebagai tahun politik dengan adanya pelaksanaan Pilkada. Namun, Andy mengatakan Kospin Jasa akan tetap bekerja keras di tahun politik ini dan tidak akan terpengaruh. "Bahkan Kospin Jasa telah mengakuisisi perusahaan asuransi umum syariah Takaful Umum pada Januari 2018," katanya.

 

--- Sandy Romualdus

Komentar