Breaking News
  • Defisit Lebih Rendah Dari Proyeksi APBN-P 2017
  • Menkeu: investasi tumbuh karena kepercayaan pelaku usaha
  • Penerimaan Bea Cukai hingga November Rp130,1 triliun
  • Presiden Jokowi setuju pendiri HMI jadi Pahlawan Nasional

KIAT Kiat Membangun Kepercayaan Diri 19 Dec 2016 12:17

Article image
Sikap percaya diri membantu kita untuk meraih keberhasilan dalam hidup. (Foto: Ist)
Orang yang memiliki kepercayaan diri adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman hidupnya dan hasil dari introspeksi diri.

PERCAYA diri merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan pribadi seseorang. Yakin atas kemampuan diri serta memiliki tujuan hidup yang realistis adalah bagian hidup dari orang-orang yang memiliki kepercayaan diri. Orang yang memiliki kepercayaan diri adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman hidupnya dan hasil dari introspeksi diri.

Dibanding dengan mereka kurang memiliki kepercayaan diri yang tidak memiliki target hidup, mengambang, mudah menyerah, setengah-setengah, sering gagal dalam tugas dan tanggung jawab, canggung, menjadi sensitif, krisis diri, dan lainnya, orang-orang dengan kepercayaan diri tinggi akan memandang setiap masalah sebesar apapun itu sebagai sesuatu yang bernilai positif yang bisa ditempa menjadi sesuatu yang berharga bagi hidup.

Berbicara mengenai membangun kepercayaan diri erat kaitannya dengan bagaimana kita mengenali diri sendiri. Pengenalan akan diri inilah yang pada akhirnya mampu membawa kita dalam menghadapi segala permasalahan hidup yang berkaitan dengan kepercayaan diri. 7 langkah di bawah ini bisa dijadikan sebagai alternatif dalam usaha membangun kepercayaan diri.

Pertama, introspeksi diri. Introspeksi diri menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan diri. Introspeksi diri merupakan upaya melihat kembali ke dalam diri sendiri secara keseluruhan terhadap segala kekurangan dan kelebihan yang kita miliki, menyimpulkannya agar kemudian dapat bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Dengan sikap rendah hati dan jujur terhadap diri sendiri, kita mengevaluasi diri dari setiap pengalaman hidup harian yang kita alami. Dengan demikian kita dapat belajar dari setiap kekeliruan dan kesalahan yang pernah terjadi, mengetahui batas kemampuan kita serta menemukan makna dari setiap tujuan yang kita miliki.

Kedua, berpikir positif. Selain introspeksi diri, berpikir positif juga merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam proses meningkatkan kepercayaan diri. Semua masalah sebesar apapun itu pasti memiliki sisi positifnya. Bagi orang-orang yang berpikiran positif, perasaan-perasaan negatif hanyak akan memperburuk masalah.

Orang-orang yang berpikir positif cenderung memandang sesuatu dari segi positif baik terhadap diri sendiri, maupun sesamanya secara logis. Pikiran yang positif dan optimis dengan sendirinya akan menarik banyak hal positif ke dalam diri. Dengan demikian kita akan senantiasa memandang segala sesuatu secara positif, tak terkecuali kegagalan.

Ketiga, tidak tenggelam dalam perasaan gagal. Dalam setiap perjuangan yang kita lakukan tentunya tidak semua berakhir dengan sempurna. Ada beberapa kegagalan yang menerpa, jatuh dalam keputusasaan, frustasi, hingga merasa kehilangan harapan. Tenggelam dalam situasi seperti itu hanya akan memperburuk keadaan. Ingatlah kembali segala kesedihan dan keputusasaan, dan biarkan mereka pergi.

Ada banyak hal yang dapat dipetik dari sebuah kegagalan, salah satunya adalah membawa anda pada keikhlasan mencoba dan menjadi lebih berani mengambil tindakan ke depannya.

Keempat, keterbukaan diri. Kita tidak perlu menunggu seseorang datang lalu berusaha menerka apa yang telah terjadi dengan diri kita. Itu tidak akan bermanfaat, bahkan hanya membuang-buang waktu dan menambah beban sebab apa yang mereka terka tentunya jauh dari kenyataan yang kita hadapi. Kita yang harus memulainya terlebih dahulu dengan rela mengungkapkan perasaan, pengalaman serta masalah yang sedang dihadapi sehingga orang lain dapat memahaminya.

Kelima, menerima umpan balik. Kita perlu terbuka terhadap setiap masukan yang diberikan oleh orang lan. Bila perlu kita sendiri yang harus berani memulainya dengan mengajukan pertanyaan mengenai apa yang sudah kita perbuat dan bagaimana penilaian orang terhadap itu.

Umpan balik bukan saja sekedar sebuah masukan, tetapi lebih kepada sebuah harapan. Tujuannya adalah membantu perkembangan pribadi seseorang ke arah yang lebih baik. Di lain pihak, dengan menerima sudut pandang yang berbeda dari orang lain dapat memperkaya pengenalan akan diri sendiri.

Ketujuh, berpartisipasi dalam berbagai kegiatan. Pengalaman adalah guru terbaik dalam hidup. Membiasakan diri berpartisipasi dalam berbagai kagiatan tentunya dapat menambah pengalaman dalam berinteraksi dengan banyak orang. Dengan turut aktif dalam kegiatan-kegiatan yang ada kita dapat belajar berkomunikasi dengan orang lain yang memiliki karakter dan status sosial yang berbeda. Jika ini sudah dibiasakan, maka ke depannya kita tidak lagi canggung, ragu-ragu, ataupun gugup ketika harus berinteraksi dengan banyak orang.

Kedelapan, berani mengambil risiko. Berani mengambil risiko mengandaikan bahwa kita sudah melihat ke dalam diri dan yakin akan kemampuan yang kita miliki. Sejauh mana kita punya keyakinan terhadap kemampuan diri dan sampai sejauh mana kita merasa punya kepantasan untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

Dengan berani mengambil risiko, kita sedang berusaha mengukur sejauh mana batas kemampuan yang kita miliki. Sudah pasti banyak kesulitan dan masalah yang sudah menanti di depan, dan justru disitulah orang hebat, orang sukses dan orang pintar ditempa dan dicetak.

Selamat mencoba.

--- Redem Kono dan Anto Cristian

Komentar