Breaking News
  • BI Sudah Habiskan Rp 11 T untuk Kuatkan Rupiah
  • Gempa 7,8 SR Guncang Fiji
  • Kemensos: Bansos Saja Tak Cukup Tangani Kemiskinan
  • Resmi! Pendaftaran CPNS 2018 Dibuka 19 September
  • Wadahi Mahasiswa yang Suka Piknik, Kemenpar Resmikan GenPI UBM

KIAT Kiat Mengatasi Rasa Takut Naik Pesawat 02 Nov 2018 10:43

Article image
Foto: Ilustrasi penumpang pesawat
British Airways sudah mengedukasi lebih dari 50.000 orang selama 30 tahun.

BRITISH, IndonesiaSatu.co-- Rasa takut atau khawatir ketika akan menaiki pesawat mungkin saja terjadi pada setiap orang. Bayangan-bayangan tentang kasus kecelakaan pesawat, misalnya, bisa semakin memicu rasa takut tersebut.

Namun, hidup harus terus berjalan. Rasa takut mungkin memang ada, tapi setiap orang memiliki aktivitas yang harus dijalani. Ingatlah bahwa perjalanan udara saat ini sudah semakin aman daripada sebelumnya. Meskipun hal itu bukan berarti kita akan terhindar sepenuhnya dari masalah-masalah buruk. Rasa takut naik pesawat memiliki tingkatan; mulai dari rasa takut ringan, hingga yang terberat sehingga membuat seseorang enggan naik pesawat sama sekali. Tapi, ada beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa takut naik pesawat.

Beberapa maskapai bahkan menawarkan pelatihan singkat untuk menghilangkan ketakutan seseorang untuk melakukan penerbangan. Kapten Steve Allright dari British Airways mengemukakan beberapa tips yang dapat mengatasi rasa takut.

Melansir The Independent seperti disadur Kompas.com, British Airways sudah mengedukasi lebih dari 50.000 orang selama 30 tahun. Tentu saja, pelatihan tersebut tak seluruhnya sukses. Tingkat kesuksesannya belum mencapai 100 persen atau masih berada pada angka 98 persen. Pelatihan semacam itu dilakukan oleh para pilot British Airways dan sejumlah psikolog dengan melakukan tes untuk mengetahui kemampuan akhir peserta.

Berikut, beberapa kiat dari British Airways untuk mengatasi ketakutan ketika naik pesawat.

Pertama, ingatlah bahwa turbulensi adalah sesuatu yang tidak nyaman, namun tidak berbahaya. Turbulensi adalah sesuatu yang normal pada penerbangan dan disebabkan oleh alam.

Kedua, cobalah mengontrol nafas. Ketika kamu merasa cemas, cobalah bernafas dengan tenang dan dalam. Tarik nafas dan ikuti dengan membuang nafas dalam-dalam.

Ketiga, kombinasikan pernafasan dalam dengan kontraksi otot. Menahan otot bokong adalah salah satu cara yang efektif karena akan menghilangkan sinyal gelisah yang dikirimkan otak ke bawah tulang belakang.

Keempat, ingatlah bahwa pesawat memang merupakan transportasi untuk berada di udara. Pesawat telah didesain sedemikian canggih untuk bisa terbang dengan baik di udara dan sangat aman berada di dalamnya.

Kelima, jangan takut jika sayapnya naik. Sayap pesawat yang naik memungkinkan pesawat untuk terbang, bukan mesinnya. Bahkan ketika pesawat komersial terbang pada ketinggian 30.000 kaki dan mesinnya mati, pesawat akan tetap bisa meluncur terbang hingga 100 mil karena bantuan sayap.

Keenam, lakukan kesibukan ketika berada dalam pesawat sehingga kamu tak terus-terusan mengingat rasa takutmu. Kamu bisa menonton film, membaca buku, makan, atau menulis.

Ketujuh, ingatlah bahwa pilot pesawat telah terbang melalui prosedur yang ketat serta sudah dilatih dan diuji secara profesional. Para pilot juga menjalani tes simulator setiap enam bulan sekali.

Kedelapan, pesawat komersial telah melalui perawatan yang baik dan selalu dicek sebelum terbang oleh pilot dan teknisi. Perawatan pesawat juga dilakukan secara rutin oleh teknisi berlisensi.

Kesembilan, pengontrol lalu lintas udara (air traffic controller) juga sudah terlatih dan berlisensi profesional. Para pengontrol lalu lintas udara profesional tersebut juga bekerja di bawah aturan yang ketat. Semua pilot diminta untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku di udara.

Kesepuluh, ketika rasa takut itu datang, bayangkan momentum ketika kamu sedang bersantai di tempat tujuanmu nanti sambil disambut oleh langit yang cerah dan pelukan kerabatmu atau datang ke acara bisnis dengan sukses.

--- Guche Montero

Komentar