Breaking News

NASIONAL Kiki Syahnakri: Purnawirawan Ada di Mana-Mana, Tapi Tidak ke Mana-Mana 24 Jul 2018 15:18

Article image
Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri membuka silaturahmi Purnawirawan TNI AD. (Foto: Rikard M. Dhae)
Kiki menegaskan, silaturahmi purnawirawan TNI AD sama sekali tidak bertujuan politik praktis, juga tidak dalam rangka dukung-mendukung siapapun.

JAKARTA, IndonesiaSatu.co -- Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri menegaskan, bagi anggota purnawirawan TNI AD, partai politik (parpol) atau pilihan politik dan kekuasaan hanyalah sarana dalam pengabdian. Tujuan pengabdian adalah untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan, yaitu mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Untuk itu, nilai Sapta Marga harus tetap dijadikan pedoman pengabdian,” kata Kiki ketika membuka acara silaturahmi Purnawirawan TNI AD yang diselenggarakan oleh PPAD di Kantor PPAD, Jalan Matraman Raya, Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Silaturahmi dihadiri para purnawirawan yang aktif di parpol, ormas atau di pemerintahan serta pengurus PPAD sendiri. Tampak hadir, di antaranya Jenderal TNI (Purn) Try Soetrisno, Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Jenderal TNI (Purn) Sayidiman Soerjohadiprodjo, dan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Letjen TNI Tatang Sulaiman tampil membacakan sambutan KSAD Jenderal Mulyono yang berhalangan hadir.

Dijelaskan Kiki, saat ini banyak purnawirawan TNI AD yang mengabdi di bidang politik, bidang sosial, wiraswasta, dan sebagainya.

“Mereka ada di mana-mana, tapi kita harapkan agar tidak ke mana-mana,” ucap Kiki.

Makna yang tersirat dari ungkapan di atas adalah agar para purnawirawan tetap sebagai prajurit Sapta Marga yang pengabdiannya hanya untuk bangsa dan negara dan mengutamakan kepentingan nasional ketimbang kepentingan pribadi atau golongan.

Kiki menegaskan, silaturahmi purnawirawan TNI AD sama sekali tidak bertujuan politik praktis, juga tidak dalam rangka dukung-mendukung siapapun, namun untuk menyamakan orientasi dan langkah pengabdian demi tetap tegaknya NKRI serta kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila.

Ia menambahkan, nilai-nilai Sapta Marga harus tetap dijadikan pedoman pengabdian di setiap ladang kehidupan para purnawirawan TNI.

"Tugas sebagai Bhayangkari negara dan bangsa baru berakhir ketika tidak lagi mampu mendengar tembakan salvo kendati ditembakkan di samping telinga, saat jasad purnawirawan TNI akan diturunkan ke liang lahat," tegas Kiki mengutip ungkapan Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono.

--- Simon Leya

Komentar